SALAM PAPUA (KENYAM) – Kabupaten Nduga merupakan salah satu
daerah di Provinsi Papua Pegunungan yang memiliki bentang alam pegunungan
eksotis sekaligus tantangan pembangunan yang cukup kompleks. Kabupaten yang
resmi berdiri pada 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2008
ini sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Jayawijaya.
Dengan ibu kota berada di Kenyam, Nduga kini dihuni lebih
dari 112 ribu jiwa berdasarkan data akhir tahun 2024. Wilayah ini memiliki luas
sekitar 12.941 kilometer persegi dengan kepadatan penduduk yang masih rendah
karena kondisi geografis pegunungan yang sulit dijangkau.
Secara geografis, Nduga berada di kawasan Lembah Baliem yang
dikelilingi jajaran Pegunungan Jayawijaya. Wilayah ini memiliki suhu udara yang
sejuk dengan panorama khas pegunungan Papua. Sejumlah puncak terkenal seperti
Puncak Trikora, Puncak Mandala dan Puncak Yamin menjadi bagian dari bentang
alam yang menyimpan potensi wisata dan penelitian alam.
Kabupaten Nduga saat ini terdiri dari 32 distrik dan 248
kampung yang tersebar di kawasan pegunungan dan lembah terpencil. Distrik
Kenyam menjadi pusat pemerintahan sekaligus wilayah dengan aktivitas ekonomi
dan pelayanan publik terbesar di daerah tersebut.
Di bidang pemerintahan, Kabupaten Nduga dipimpin oleh Bupati
Yoas Beon. Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nduga periode
2024–2029 beranggotakan 25 orang hasil Pemilu 2024. Komposisi parlemen daerah
tersebut diisi 12 partai politik, dengan Partai Demokrat, Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), dan Partai NasDem menjadi partai peraih kursi terbanyak.
Meski memiliki kekayaan alam dan budaya yang besar,
Kabupaten Nduga masih menghadapi berbagai keterbatasan pembangunan. Sulitnya
akses transportasi menjadi salah satu persoalan utama. Sebagian besar distrik
hanya dapat dijangkau menggunakan pesawat perintis, helikopter, atau berjalan
kaki melintasi medan pegunungan.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pelayanan
pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Kabupaten Nduga
bahkan tercatat sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah
di Indonesia. Pada tahun 2023, angka IPM Nduga berada di level 37,68, jauh di
bawah rata-rata nasional.
Selain itu, sebagian besar keluarga di Nduga masih masuk
kategori prasejahtera. Rendahnya akses pendidikan, layanan kesehatan, serta
terbatasnya infrastruktur menjadi tantangan besar yang terus dihadapi
pemerintah daerah.
Namun demikian, sektor pertanian dan peternakan tetap
menjadi penopang utama ekonomi masyarakat. Peternakan babi menjadi usaha paling
dominan dan memiliki nilai sosial budaya tinggi bagi masyarakat pegunungan
Papua. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan budidaya ikan air tawar
seperti nila, mujair, ikan mas, dan lele.
Komoditas perkebunan seperti kopi, buah merah, kelapa, sagu,
dan tebu turut menjadi sumber penghidupan warga. Produksi sagu menjadi salah
satu hasil perkebunan terbesar yang menopang kebutuhan pangan masyarakat lokal.
Di sisi lain, situasi keamanan di Nduga juga masih menjadi
perhatian serius. Konflik bersenjata yang terjadi sejak akhir tahun 2018 telah
memengaruhi kehidupan masyarakat di sejumlah distrik. Konflik tersebut
menyebabkan warga mengungsi serta berdampak pada terganggunya pelayanan
pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Meski berada di tengah berbagai tantangan, masyarakat Nduga
tetap dikenal memiliki semangat hidup yang kuat serta menjaga budaya dan adat
istiadat yang diwariskan turun-temurun. Pemerintah daerah bersama pemerintah
pusat terus berupaya membuka keterisolasian wilayah melalui pembangunan
infrastruktur, peningkatan layanan dasar, dan penguatan ekonomi berbasis
potensi lokal.
Perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan Nduga juga
terlihat saat Presiden Joko Widodo mengunjungi Kenyam pada tahun 2015 untuk
meninjau pembangunan jalan penghubung Nduga–Wamena. Dalam kunjungan tersebut,
pemerintah pusat juga menyampaikan rencana pengembangan Pelabuhan Mumugu guna
memperkuat distribusi logistik di wilayah pedalaman Papua.
Dengan potensi alam yang besar serta kekayaan budaya
masyarakat pegunungan, Kabupaten Nduga diharapkan mampu terus berkembang
menjadi salah satu wilayah strategis di Papua Pegunungan di tengah berbagai
tantangan pembangunan yang masih dihadapi hingga saat ini. (Sumber: Wikipedia
Indonesia)
Editor: Sianturi

