SALAM PAPUA (TIMIKA)- Di tengah kehidupan sosial, pekerjaan, maupun hubungan pribadi, kemampuan berkomunikasi dengan baik menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga hubungan yang sehat dengan orang lain. Salah satu bentuk komunikasi yang sangat dibutuhkan adalah sikap asertif.

Asertif merupakan kemampuan untuk menyampaikan pendapat, perasaan, maupun keinginan secara jujur, tegas, dan terbuka tanpa merendahkan atau menyakiti orang lain. Sikap ini membantu seseorang mempertahankan haknya dengan tetap menghormati hak orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap asertif sangat penting karena dapat membantu seseorang menghindari tekanan, konflik berkepanjangan, hingga perilaku dimanfaatkan oleh orang lain. Orang yang asertif biasanya mampu mengatakan “tidak” dengan sopan ketika merasa keberatan terhadap suatu permintaan yang tidak sesuai dengan kemampuannya.

Sebagai contoh, seorang karyawan yang sedang memiliki banyak pekerjaan dapat menolak tugas tambahan dari rekan kerja dengan cara yang baik dan tetap menghargai lawan bicaranya. Sikap seperti ini menunjukkan ketegasan tanpa menimbulkan permusuhan.

Selain membantu menjaga hubungan sosial yang sehat, sikap asertif juga memiliki berbagai manfaat lain, seperti meningkatkan rasa percaya diri, membantu pengambilan keputusan, mengurangi stres, serta membuat seseorang lebih dihargai oleh lingkungan sekitar.

Sikap asertif berbeda dengan sikap pasif maupun agresif. Orang yang pasif cenderung memendam perasaan dan sulit menolak permintaan orang lain meskipun merasa terbebani. Sementara itu, orang agresif biasanya menyampaikan penolakan dengan nada keras atau menyerang sehingga dapat melukai perasaan orang lain.

Untuk melatih sikap asertif, ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, biasakan menjadi pendengar yang baik dan menghargai pendapat orang lain. Kedua, berani menyampaikan perbedaan pendapat secara sopan. Ketiga, hindari rasa bersalah ketika mengatakan “tidak” terhadap sesuatu yang memang tidak mampu dilakukan.

Selain itu, penting juga menjaga nada bicara tetap tenang, menggunakan kalimat yang tidak menyerang, serta memandang lawan bicara sebagai teman, bukan musuh. Melatih sikap asertif juga dapat dimulai dari hal-hal kecil, misalnya belajar menyampaikan pendapat kepada teman atau keluarga.

Menjadi pribadi yang asertif memang membutuhkan proses dan latihan yang konsisten. Namun, kemampuan ini merupakan modal penting untuk membangun hubungan sosial yang sehat, meningkatkan kualitas komunikasi, serta menjaga kesehatan mental di tengah berbagai tantangan kehidupan. (Sumber: Alodokter)

Editor: Sianturi