SALAM PAPUA (TIMIKA) – Antrean panjang kembali terlihat di area SPBU SP2, Kelurahan Timika Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika. Puluhan unit truk tampak berbaris di pinggiran jalan depan stasiun pengisian bahan bakar umum tersebut.
Salah seorang sopir truk, Yoyo mengaku telah mengantre sejak sore di hari sebelumnya hingga pagi ini namun belum juga mendapatkan giliran. Menurutnya, kondisi antrean panjang seperti ini sudah sering terjadi, bahkan berlangsung selama berminggu-minggu.
"Saya dari kemarin sore tapi belum dapat giliran juga. Sudah sering seperti ini. Saya tidak tahu apakah memang belum disalurkan dari Pertamina atau seperti apa," keluh Yoyo, yang diamini oleh sejumlah sopir truk lain yang juga tengah menunggu giliran.
Ketika dimintai keterangan mengenai alasan memilih antre di SPBU SP2 padahal terdapat SPBU lain, Yoyo dan rekan-rekannya menjelaskan faktor lokasi. SPBU SP2 dinilai strategis karena berada di jalur perlintasan menuju titik-titik proyek galian C.
"Kalau di sini jalurnya untuk ke lokasi galian C, makanya kebanyakan antre di sini daripada ke SPBU lain yang jauh," jelasnya.
Menanggapi keluhan masyarakat dan sopir truk, Pengawas SPBU SP2, Priyanto mengungkapkan bahwa pihaknya melayani pengisian bahan bakar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Ia merujuk pada Instruksi Bupati Mimika Nomor 56 Tahun 2026 tertanggal 13 Juli 2026 tentang Pengawasan, Pengendalian, serta Pengaturan Penjualan Jenis BBM Bersubsidi di Kabupaten Mimika.
Berdasarkan instruksi tersebut, takaran pengisian BBM bersubsidi dibatasi sebagai berikut:
- Kendaraan pribadi roda dua: Pertalite maksimal 5 liter per hari.
- Kendaraan pribadi roda empat: Pertalite maksimal 45 liter per hari, dan Solar maksimal 40 liter per hari.
- Angkutan umum roda empat: Solar maksimal 40 liter per hari.
- Angkutan umum roda enam: Solar maksimal 80 liter per hari.
"Kami layani pengisian sesuai instruksi Bupati," pungkas Priyanto singkat.
Batasan kuota pengisian BBM dan tingginya volume kendaraan operasional, khususnya truk yang menuju area pertambangan atau galian C, diduga menjadi penyebab utama menumpuknya antrean di SPBU tersebut. Warga dan pengendara diharapkan untuk lebih sabar dan mematuhi aturan yang berlaku demi kelancaran distribusi BBM bersubsidi.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy