SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Mimika mengalokasikan Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp2,5 miliar pada tahun 2026 untuk membawa para sanggar budaya Amungme dan Kamoro mengikuti Festival Budaya di Lombok.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mimika mempromosikan seni dan budaya lokal ke tingkat nasional, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi para pelaku seni dan ekonomi kreatif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudparekraf Mimika, Elisabet Tsenawatin, mengatakan pada tahun ini pemerintah tidak lagi menyalurkan bantuan dana langsung kepada sanggar. Anggaran Otsus difokuskan untuk mendukung keikutsertaan sanggar dalam ajang festival budaya.
"Untuk tahun ini kami tidak lagi memberikan dana bantuan. Dana Otsus sebesar Rp2,5 miliar akan digunakan untuk membawa sanggar mengikuti Festival Budaya di Lombok," ujar Elisabet, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2025 Disbudparekraf telah menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada masing-masing sanggar melalui Dana Otsus. Bantuan tersebut diberikan kepada 40 sanggar Amungme dan Kamoro yang bergerak di bidang seni anyaman dan ukiran.
"Untuk tahun 2025 kita sudah memberikan bantuan dana, setiap sanggar menerima Rp50 juta. Karena itu tahun ini kita memberikan pelatihan untuk memastikan penggunaan dana tersebut tepat sasaran," katanya.
Menurut Elisabet, bantuan dana tersebut bertujuan memperkuat kapasitas sanggar sekaligus meningkatkan tata kelola organisasi agar lebih profesional dalam mengembangkan dan melestarikan budaya lokal.
Selain bantuan dana, Disbudparekraf juga memberikan berbagai peralatan penunjang produksi seperti parang, kapak, dan pahat untuk mendukung aktivitas para perajin.
"Jadi kita juga memberikan barang-barang yang mendukung pekerjaan mereka. Sedangkan dana Rp50 juta itu digunakan untuk melengkapi kebutuhan di masing-masing sanggar," jelasnya.
Ia berharap dukungan yang telah diberikan, baik melalui bantuan dana, pelatihan manajemen, maupun kesempatan mengikuti Festival Budaya di Lombok, mampu mendorong sanggar-sanggar budaya menjadi pusat kreativitas, pelestarian budaya, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat adat di Mimika.
Melalui partisipasi dalam festival tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika juga berharap karya seni dan budaya Amungme serta Kamoro semakin dikenal di tingkat nasional dan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk budaya lokal.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi