Akibat Onani Yang Perlu Diwaspadai Ilustrasi (Salampapua.com/Alodokter)

Akibat Onani Yang Perlu Diwaspadai

SALAM PAPUA (TIMIKA)- Akibat onani perlu dipahami agar aktivitas seksual ini tetap dilakukan dengan aman. Onani merupakan cara mendapatkan kepuasan seksual tanpa melakukan hubungan seksual dengan pasangan, melainkan dengan merangsang alat kelamin sendiri. Meski umumnya aman, onani yang dilakukan terlalu sering atau dengan cara yang terlalu kuat dapat menimbulkan sejumlah keluhan.

Di antara beragam masalah akibat onani, ada salah satu akibat onani yang paling mengganggu, yaitu kecanduan. Hal ini karena kecanduan onani bisa berdampak buruk pada produktivitas Anda, serta bisa mengganggu hubungan sosial Anda dengan orang lain.       

Onani atau masturbasi bisa dibilang sebagai aktivitas seksual paling aman karena tidak berisiko terkena penyakit menular seksual, selama Anda melakukannya sendiri. Meski demikian, dampak buruk onani bisa saja terjadi, terutama jika Anda melakukan onani terlalu sering dan kasar yang dapat menyebabkan iritasi kulit penis.

Selain itu, ada juga beragam masalah lain yang perlu Anda ketahui akibat onani, di antaranya:

1. Terjangkit infeksi menular melalui alat bantu seks

Infeksi menular akibat onani bisa saja terjadi jika Anda melakukan onani dengan menggunakan alat bantu seks (sex toys) bekas dipakai orang lain, yang ternyata terdeteksi mengalami penyakit infeksi menular seksual (IMS).

Untuk itu, jika ingin menggunakan alat bantu seks, pastikan bahwa alat yang akan Anda gunakan benar-benar bersih dan biasakan mencucinya tiap setelah dipakai.

2. Pembengkakan pada alat kelamin

Onani yang dilakukan terlalu sering dapat membuat organ kelamin menjadi sakit, bahkan terluka. Jika dilakukan secara terus-menerus, dalam kurun waktu yang singkat, organ kelamin dapat mengalami pembengkakan, yang disebabkan adanya penumpukan cairan pada permukaan kulit. Disebut juga dengan edema, pembengkakan ini dapat terasa tidak nyaman dan mengganggu.

3. Sulit mendapatkan klimaks saat berhubungan dengan pasangan

Terlalu sering merangsang diri dengan cara tertentu atau tekanan yang terlalu kuat dapat menurunkan sensitivitas alat kelamin. Akibatnya, Anda mungkin mengalami kesulitan mencapai kepuasan atau ejakulasi saat berhubungan bersama pasangan.

4. Risiko terkena gangguan prostat

Penelitian mengenai hubungan antara frekuensi onani dan risiko kanker prostat masih belum konsisten dan membutuhkan studi lebih lanjut. Oleh karena itu, belum dapat dipastikan bahwa frekuensi onani tertentu dapat meningkatkan atau menurunkan risiko kanker prostat. Lakukan aktivitas ini secukupnya agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari maupun pola hidup sehat Anda.

Onani merupakan aktivitas seksual normal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Hanya saja, akibat onani dilakukan terlalu sering bisa menimbulkan gangguan kesehatan atau memengaruhi kehidupan seksual dengan pasangan. (Sumber: Alodokter)

Editor: Sianturi