Luncurkan Program BANGKIT Papua Tengah, Gubernur Meki Nawipa: Wujud Keberpihakan Pemerintah Kepada Masyarakat Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa (batik merah) saat meluncurkan Program BANGKIT Papua Tengah, yang digelar di Ballroom kantor Gubernur Papua Tengah, kawasan bandara lama Nabire, Selasa (21/7/2026) (salampapua/Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

Luncurkan Program BANGKIT Papua Tengah, Gubernur Meki Nawipa: Wujud Keberpihakan Pemerintah Kepada Masyarakat

SALAM PAPUA (NABIRE) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi meluncurkan Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh (BANGKIT) Papua Tengah, yang diselenggarakan di Ballroom kantor Gubernur Papua Tengah, kawasan bandara lama Nabire, Selasa (21/7/2026).

Program yang mengusung tema “Bangkit Bersama Mewujudkan Papua Tengah yang Maju, Sehat, Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera sebagai salah satu langkah nyata Pemprov Papua Tengah dalam menghadirkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat ini diresmikan langsung oleh Gubernur Meki Fritz Nawipa.

Dalam sambutannya, Meki mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tapi juga dari anak-anak yang tumbuh sehat, keluarga yang hidup sejahtera, dan masyarakat yang memperoleh perlindungan.

“Pembangunan Papua Tengah harus dimulai dari manusianya. Kita harus membangun generasi, memperkuat keluarga, dan memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal. Program BANGKIT Papua Tengah merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya Orang Asli Papua,” ujarnya.

Peluncuran program yang dilakukan menjelang Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli 2026 mendatang, menurut Meki sejalan dengan tema nasional “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan Anak.”

Meki menegaskan bahwa program BANGKIT Papua Tengah lahir sebagai respons atas tingginya angka stunting yang mencapai 32,5 persen di Provinsi Papua Tengah. Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk mengurangi angka kemiskinan yang diperkirakan berada di kisaran 28,9 persen.

Data yang valid menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan. Dengan data tersebut, pemerintah dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Kita membutuhkan data yang benar dan akurat. Pemerintah yang berhasil adalah pemerintah yang mengetahui angka stunting, kemiskinan, kematian, dan indikator pembangunan lainnya. Setiap anak Papua Tengah harus memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, mendapatkan pendidikan, serta hidup dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa proses menghadirkan Program Bangkit Papua Tengah tidak mudah. Pemerintah Provinsi Papua Tengah harus membangun komunikasi dengan mitra pembangunan internasional, termasuk KDPS Australia, serta mendapat dukungan dari pemerintah pusat hingga akhirnya program tersebut dapat direalisasikan.

“Program ini sudah masuk dalam RPJMD Papua Tengah sehingga akan terus berlanjut. Ini merupakan program strategis gubernur yang akan kami jalankan selama masa kepemimpinan kami," ujarnya.

Dia menjelaskan, pada tahap awal, program BANGKIT Papua Tengah akan dilaksanakan di empat kabupaten, yakni Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya. Tahun depan, cakupan program akan diperluas ke empat kabupaten lainnya sehingga menjangkau delapan kabupaten di Papua Tengah.

Sasaran utama program ini adalah balita usia nol hari hingga empat tahun. Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan memberikan bantuan sebesar Rp 350 Ribu per-bulan kepada setiap penerima sebagai dukungan pemenuhan gizi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Dana itu juga dapat dimanfaatkan keluarga untuk usaha kecil, seperti membeli bibit ayam atau kebutuhan produktif lainnya agar pendapatan keluarga meningkat.

Dia pun mengajak pemerintah kabupaten ikut berperan aktif dalam melaksanakan program tersebut. Salah satunya dengan membentuk sekretariat bersama dan menyediakan dukungan biaya operasional agar pelaksanaan BANGKIT Papua Tengah berjalan efektif hingga ke tingkat daerah.

“Saya meminta seluruh perangkat daerah agar melaksanakan Program BANGKIT dengan penuh tanggung jawab. Program ini tidak boleh hanya berhenti sebagai dokumen atau kegiatan seremonial. Pastikan pendataan dilakukan secara akurat, bantuan diberikan tepat sasaran, pelayanan dipermudah, serta manfaatnya benarbenar dirasakan masyarakat. Perkuat kerja sama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kampung, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah, Eliezer Yogi menegaskan bahwa, tahap awal program akan difokuskan di empat kabupaten sebagai wilayah percontohan. Implementasi tersebut diharapkan menjadi model pengembangan sebelum diperluas ke daerah lainnya di Papua Tengah.

“Peluncuran ini menjadi momentum dimulainya implementasi Program BANGKIT Papua Tengah secara resmi sebagai gerakan pembangunan terpadu yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga dan anak-anak Orang Asli Papua,” ujar Eliezer.

Penulis: Elias

Editor: Jimmy