Perkuat Tata Kelola Budaya, 40 Sanggar Amungme Dan Kamoro Ikuti Pelatihan Manajemen Dari Pemkab Mimika Suasana pembukaan pelatihan manajemen bagi 40 sanggar Amungme dan Kamoro di Aula Keuskupan Loresa, Jalan SP3, Timika oleh Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Selasa (21/7/2026)(Salampapua.com/Evita)

Perkuat Tata Kelola Budaya, 40 Sanggar Amungme Dan Kamoro Ikuti Pelatihan Manajemen Dari Pemkab Mimika

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sebanyak 40 sanggar budaya Amungme dan Kamoro mengikuti pelatihan manajemen yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif di Aula Keuskupan Loresa, Jalan SP3, Selasa (21/7/2026).

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan sanggar agar mampu dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sehingga dapat terus menjadi garda terdepan dalam pelestarian budaya lokal.

Kegiatan dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, yang membacakan sambutan Bupati Mimika.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pelatihan bertema "Mengelola Karya, Merawat Budaya di Mimika" merupakan panggilan bagi para pegiat seni dan budaya untuk terus menjaga, mengembangkan, serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

Menurutnya, sanggar budaya memiliki peran penting sebagai benteng identitas masyarakat di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan budaya digital. Karena itu, pengelolaan yang baik menjadi syarat utama agar sanggar mampu bertahan sekaligus berkembang.

"Peserta diharapkan memperoleh pengetahuan teknis mengenai manajemen sumber daya manusia, administrasi, produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan. Dengan begitu, sanggar dapat berkembang menjadi lembaga budaya yang mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Mimika, Elisabet Tsenawatin mengatakan, pelatihan diikuti 120 peserta yang berasal dari 40 sanggar, dengan masing-masing sanggar diwakili oleh ketua, sekretaris, dan bendahara.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola organisasi, manajemen keuangan, hingga pengelolaan produksi agar setiap sanggar memiliki kemampuan manajerial yang lebih baik.

Selain pelatihan, Pemerintah Kabupaten Mimika juga memberikan dukungan berupa dana pembinaan kepada seluruh sanggar peserta. Bantuan juga diberikan dalam bentuk peralatan produksi seperti parang, kapak, dan pahat untuk menunjang pembuatan karya budaya.

"Pemkab melalui Bupati dan Wakil Bupati memberikan bantuan dana binaan bagi 40 sanggar. Selain itu juga disalurkan bahan mentah dan peralatan seperti parang, kapak, serta pahat untuk mendukung produksi karya," kata Elisabet.

Ia menambahkan, seluruh sanggar yang mengikuti program ini telah memiliki legalitas badan hukum sehingga memenuhi syarat untuk menerima berbagai bentuk fasilitasi dari pemerintah.

Sebagai upaya memperluas pemasaran hasil karya budaya, tahun ini Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif juga meluncurkan platform berbasis web yang memungkinkan masyarakat melihat, membeli, hingga mempelajari secara langsung proses pembuatan anyaman maupun ukiran dari masing-masing sanggar.

Melalui pelatihan tersebut, pemerintah berharap sanggar-sanggar budaya di Mimika tidak hanya mampu melestarikan warisan budaya Amungme dan Kamoro, tetapi juga berkembang menjadi pusat kreativitas yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi