SALAM PAPUA (BOGOR) – Akademi Waamanat Bhintuka Football Club (WBFC) U17 membantai Galuh FC dengan skor telak 11-0 pada babak 16 besar Piala Soeratin U17 2026 di Bogor, Jawa Barat, Minggu (30/8/2026). Kemenangan besar tersebut sekaligus mengantarkan Akademi WBFC melaju ke babak 8 besar, dengan Lorenzo Komangal, akrab disapa Onco menjadi salah satu bintang kemenangan setelah mencetak hattrick.
Dalam pertandingan tersebut, Akademi WBFC diperkuat Atha, Rafa, Yohanis, Widi, Sandi, Don, Lorenzo, Farid, Kolo, Nauval, dan Nur. Tim yang dikapteni Noval dengan Ata Misiano sebagai penjaga gawang itu langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal.
Meski terus menekan pertahanan Galuh FC, Akademi WBFC baru berhasil membuka keunggulan pada menit ke-6. Lorenzo Komangal mencetak gol melalui sundulan yang berhasil merobek gawang Galuh FC sehingga skor berubah menjadi 1-0.
Lorenzo Komangal bersama Mama Ojona Komangal (Salampapua.com/Dokumen Pribadi) Lorenzo kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-17. Gol kedua tersebut membuat Akademi WBFC semakin percaya diri dan unggul 2-0. Hattrick Lorenzo kemudian tercipta pada menit ke-23. Ia memanfaatkan bola pantulan dari rekannya untuk mencetak gol ketiga sekaligus membawa WBFC unggul 3-0.
Dominasi Akademi WBFC terus berlanjut. Gol keempat tercipta pada menit ke-32 melalui Yohanis Yerisetouw, pemain asal Timika, yang memanfaatkan tembakan Muhammad Farid. Skor berubah menjadi 4-0.
Pada menit ke-36, George Kolo sempat mengalami cedera setelah terlibat dalam perebutan bola. Namun, insiden tersebut tidak menghasilkan penalti. Skor 4-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin menarik. Pada menit ke-46, Lorenzo kembali memiliki peluang emas setelah berhadapan langsung dengan penjaga gawang Galuh FC. Tendangan voli yang dilepaskan Onco sempat membentur mistar gawang beberapa kali sebelum akhirnya berhasil diamankan kiper lawan.
Seminit berselang, tepatnya menit ke-47, Akademi WBFC kembali menambah keunggulan melalui Muhammad Farid. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 5-0.
Farid kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-55 melalui tendangan memutar yang tidak mampu dibendung penjaga gawang Galuh FC. Akademi WBFC unggul 6-0. Dua menit kemudian, tepatnya menit ke-57, giliran Noval yang mencetak gol melalui tendangan datar sekaligus membawa WBFC unggul 7-0.
Tekanan Akademi WBFC belum berhenti. Pada menit ke-63, Ilyas mencetak gol kedelapan untuk membawa timnya semakin jauh meninggalkan Galuh FC dengan skor 8-0. Dua menit berselang, Dianus Tsugumol menambah gol kesembilan pada menit ke-65 melalui tendangan keras dari mulut gawang Galuh FC. Skor berubah menjadi 9-0.
Memasuki menit ke-75, Vicky Airlangga mencetak gol kesepuluh sekaligus membawa anak asuh Budiman Yunus unggul dua digit dengan skor 10-0.
Vicky kembali mencetak gol satu menit kemudian, tepatnya menit ke-76, setelah memanfaatkan assist dari Muhammad Farid. Gol tersebut menjadi gol ke-11 Akademi WBFC sekaligus melengkapi kemenangan telak 11-0 atas Galuh FC.
Skor 11-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Kemenangan tersebut memastikan Akademi WBFC U17 melaju ke babak 8 besar Piala Soeratin U17 2026.
Mama Lorenzo Bangga
Penampilan Lorenzo yang mencetak hattrick mendapat apresiasi dari sang ibu, Ojona Komangal. Ia mengaku sangat bangga sekaligus terharu melihat kerja keras putranya bersama rekan-rekannya membuahkan hasil.
“Saya sebagai mamanya Onco merasa haru melihat usaha keras Onco dan teman-temannya dapat membuahkan hasil. Mama bangga melihat kamu tidak menyerah mengejar bola. Bukan hanya kamu hebat karena cetak gol, selalu hargai kerja sama ke depannya. Kerja sama kalian keren,” ujar Ojona.
Ia berpesan agar Lorenzo tidak cepat puas dengan pencapaian tersebut. Menurutnya, tiga gol yang dicetak dalam satu pertandingan harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Tetap rendah hati, gol ini adalah prestasi, tapi perjalanan masih panjang. Selalu haus belajar dan jadikan gol ini sebagai motivasi untuk mengasah teknik baru. Onco harus menghargai kerja tim, sadari bahwa gol tercipta dari umpan dan kerja sama teman,” tambahnya.
Ojona juga menyampaikan harapannya kepada Akademi WBFC agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan di lapangan, tetapi terus membangun pembinaan yang profesional dan memberikan ruang bagi para pemain muda untuk mengembangkan talenta mereka.
“Harapan saya buat WBFC, mereka tidak hanya berorientasi pada kemenangan di lapangan, tetapi juga menjadi institusi yang profesional, transparan, dan dekat dengan anak-anak serta pendukungnya. Terima kasih banyak buat WBFC yang sudah mendukung dan mendorong anak-anak kami dalam memperlihatkan talenta-talenta tersembunyi,” katanya.
Ia percaya kerja keras dan dukungan yang diberikan kepada para pemain muda akan membuka peluang bagi mereka untuk meraih prestasi lebih tinggi.
“Yakin membuat segalanya jadi mungkin, harapan menjadi segalanya jadi indah. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita berusaha untuk mampu mewujudkannya. Amoleh Akademi WBFC,” ujarnya.
Dukungan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan para pemain muda Akademi WBFC yang kini membawa nama Mimika di kompetisi tingkat nasional.
Kemenangan telak atas Galuh FC menjadi modal positif bagi Akademi WBFC U17 untuk menghadapi babak 8 besar. Tim asuhan Budiman Yunus tersebut diharapkan mampu mempertahankan konsistensi permainan, kekompakan tim, dan ketajaman lini serang demi melanjutkan perjuangan di Piala Soeratin U17 2026.
Penulis/Editor: Sianturi