Hadapi El Nino, Pemkab Nduga Salurkan 50 Ton Beras Dan Bangun Bak Penampungan Air Foto bersama Bupati Nduga, Yoas Beon, SIP beserta jajarannya bersama masyarakat di di Distrik Wutpaga Nenggeagin, Kuyawagi usai penyerahan bantuan akibat El Nino, Kamis (27/8/2026)(Salampapua.com/Dokumen Humas Pemkab Nduga)

Hadapi El Nino, Pemkab Nduga Salurkan 50 Ton Beras Dan Bangun Bak Penampungan Air

SALAM PAPUA (KUYAWAGI) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga bergerak cepat menghadapi dampak fenomena El Nino yang mulai dirasakan masyarakat dengan membentuk Posko Induk Penanggulangan Perubahan Iklim di Kenyam, Rabu (26/8/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Nduga Yoas Beon, S.IP., secara simbolis menyerahkan bantuan 50 ton beras dan air bersih untuk masyarakat di 32 distrik. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kekeringan, krisis air bersih, serta terganggunya distribusi pangan.

Sehari setelah pembentukan posko, Kamis (27/8/2026), Bupati Yoas Beon mengarahkan Satgas Penanggulangan El Nino untuk segera menangani masyarakat terdampak di ibu kota Kenyam.

Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, S.IP menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga pada kunjungan di Distrik Wutpaga Nenggeagin, Kuyawagi, Kamis (27/8/2026)(Salampapua.com/Dokumen Humas Pemkab Nduga) Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, S.IP menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga pada kunjungan di Distrik Wutpaga Nenggeagin, Kuyawagi, Kamis (27/8/2026)(Salampapua.com/Dokumen Humas Pemkab Nduga)

Sementara itu, Bupati bersama rombongan meninjau langsung kondisi masyarakat di Distrik Wutpaga Nenggeagin, Kuyawagi, yang mengalami dampak kekeringan dan kesulitan pangan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Nduga, Kepala Dinas Kesehatan, serta tenaga medis. Rombongan juga membawa bantuan beras untuk disalurkan kepada masyarakat.

Bupati Yoas Beon menegaskan penanganan dampak El Nino harus dilakukan secara cepat dan tepat, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Kondisi masyarakat di Distrik Wutpaga Nenggeagin, Kuyawagi, yang mengalami dampak kekeringan dan kesulitan pangan saat menunggu penyerahan bantuan, Kamis (27/8/2026)(Salampapua.com/Dokumen Humas Pemkab Nduga) Kondisi masyarakat di Distrik Wutpaga Nenggeagin, Kuyawagi, yang mengalami dampak kekeringan dan kesulitan pangan saat menunggu penyerahan bantuan, Kamis (27/8/2026)(Salampapua.com/Dokumen Humas Pemkab Nduga)

“Kita harus segera melihat dan membantu masyarakat yang terdampak, mulai dari kekeringan, krisis air bersih, hingga terganggunya distribusi pangan,” ujarnya.

Menurut Bupati, Posko Induk Penanggulangan Perubahan Iklim akan menjadi pusat koordinasi lintas sektor dalam menangani dampak El Nino sekaligus memastikan bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain bantuan pangan, Pemkab Nduga mulai membangun sarana penampungan air untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.

Proses pengisian air dari kali dari Kali Bening ke dalam tangki untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di beberapa titik yang sudah dibangun bak penampungan, Kamis (27/8/2026)(Salampapua.com/Humas Pemkab Nduga) Proses pengisian air dari kali dari Kali Bening ke dalam tangki untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di beberapa titik yang sudah dibangun bak penampungan, Kamis (27/8/2026)(Salampapua.com/Humas Pemkab Nduga)

Sebanyak enam bak air dibangun di sejumlah titik, yakni di depan Kantor Bupati Nduga lama, depan Gereja Yerusalem, Kampung Yigi dekat Pos Satgas Yosoma, Nogolait, serta di Gereja Yehuda dan Krobotak.

Pembangunan bak penampungan tersebut dilakukan pemerintah bersama masyarakat dan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di tengah kondisi kekeringan.

Pemkab Nduga juga melakukan pengangkutan air bersih dari Kali Bening untuk didistribusikan ke sejumlah titik bak penampungan yang telah dibuat di Kenyam serta mengisi tangki-tangki profil milik warga.

Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan empat bak air tambahan pada Jumat (28/8/2026). Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap air bersih, khususnya di wilayah yang terdampak kekeringan.

Bupati menegaskan ketersediaan air bersih menjadi salah satu prioritas karena krisis air dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

“Krisis air bersih ini harus menjadi perhatian karena sangat berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Karena itu, distribusi air bersih juga menjadi bagian penting dalam penanggulangan dampak El Nino,” katanya.

Di sisi lain, Pemkab Nduga bersama masyarakat melakukan pembersihan dan pemeliharaan jalan untuk mempermudah akses distribusi logistik dari Mumugu menuju Kenyam.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan jalur distribusi tetap dapat digunakan dalam mendukung pengiriman bantuan pangan, air bersih, dan kebutuhan pokok masyarakat.

Bupati Yoas Beon mengakui penanganan dampak El Nino dilakukan dalam kondisi keterbatasan pemerintah daerah. Meski demikian, Pemkab Nduga terus berupaya secara maksimal dan bertahap untuk menangani kebutuhan masyarakat yang terdampak.

“Kami ingin masyarakat merasa aman. Pemerintah hadir untuk berusaha menyediakan pangan dan air bersih tetap ada, meski kita menghadapi tantangan El Nino. Kami juga berharap bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan pemerintah pusat memberikan perhatian dan dukungan terhadap Kabupaten Nduga, sehingga penanganan dampak kekeringan, krisis air bersih, dan gangguan pangan dapat dilakukan secara lebih maksimal.

Dengan pembentukan posko induk, penyaluran 50 ton beras, distribusi air bersih, pembangunan bak penampungan, serta pemeliharaan akses logistik, Pemkab Nduga menegaskan komitmennya untuk terus melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim.

Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor dan melibatkan masyarakat dalam penanganan secara bertahap agar kebutuhan dasar warga di 32 distrik tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung. (Sumber: Humas Pemkab Nduga)

Editor: Sianturi