SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sejumlah warga di Kelurahan Timika Jaya, Distrik Mimika Baru, mengeluhkan aktivitas pedagang khususnya para "mama-mama" Papua yang menggelar dagangan hasil kebun di atas trotoar, tepatnya di depan pasar SP2.
Warga menilai, keberadaan lapak-lapak dadakan tersebut tidak hanya menimbulkan tumpukan sampah berupa daun pisang dan sisa sayuran, tetapi juga memicu kemacetan lalu lintas karena badan jalan sering digunakan untuk parkir kendaraan.
"Bagaimana kota Timika terlihat bersih kalau banyak pedagang, khususnya mama-mama yang gelar jualan di atas trotoar? Banyak daun pisang, daun sayur-sayuran dan sampah lainnya yang berserakan di atas trotoar hingga ke badan jalan. Parahnya juga, kadang kendaraan terparkir di badan jalan, makanya terlihat seperti ada kemacetan," keluh Dete Monim, warga SP2, kepada salampapua.com, Rabu (5/8/2026).
Keluhan serupa disampaikan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika. Petugas yang tidak bersedia identitasnya dipublikasi tersebut mengaku kerap kesulitan membersihkan area trotoar karena volume sampah yang terus bertambah, meskipun para pedagang sudah disediakan tempat pembuangan sampah di dalam pasar.
"Memang mama-mama ini punya kantong plastik tersendiri untuk sampah, tapi ada sampah-sampah lain yang masih tertinggal dan harus kami bersihkan," ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Lurah Kelurahan Timika Jaya, Piter Herman Kabey menjelaskan bahwa penertiban pedagang di kawasan tersebut bukan merupakan kewenangan langsung pihak kelurahan.
Menurutnya hal itu berada di bawah tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
"Kelurahan tidak bisa langsung menangani penertiban karena mekanismenya berjenjang. Kami menyampaikan melalui distrik, kemudian diteruskan kepada OPD yang berwenang," ungkap Piter saat dikonfirmasi.
Piter menambahkan, pihaknya memahami kebutuhan ekonomi para pedagang sehingga penataan harus dilakukan secara bijaksana dengan menyediakan solusi alternatif. Namun ia menegaskan bahwa kebersihan tetap menjadi prioritas. Saat ini, Kelurahan Timika Jaya didukung oleh dua unit kendaraan roda tiga dan satu unit mobil pikap untuk melayani pengangkutan sampah di 22 RT.
Untuk mengurangi volume sampah, pihak kelurahan mengarahkan sampah bernilai ekonomi ke kios sampah melalui program penukaran dengan bahan makanan (Bama).
Piter berharap lokasi pengumpulan sampah dapat lebih didekatkan agar distribusi layanan menjadi lebih efisien dan mendukung program Distrik Mimika Baru.
"Kami berharap pelayanan pengangkutan sampah bisa lebih didekatkan agar apa yang menjadi program Distrik Mimika Baru dapat tercapai dengan maksimal," harapnya.
Meski ada keluhan di titik tertentu, Piter menilai secara umum kondisi kebersihan di wilayahnya cukup baik. Ia memastikan tidak ada penumpukan sampah di trotoar atau bahu jalan pada jalur utama, seperti dari SP 5 hingga kawasan pom bensin, berkat pemantauan harian yang dilakukan petugas.
"Kalau di Timika Jaya, jalur dari SP 5 hingga kawasan pom bensin relatif bersih. Kami terus melakukan pemantauan setiap hari agar tidak ada sampah yang menumpuk di trotoar maupun di pinggir jalan," pungkasnya.
Dia mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan demi mewujudkan Timika Jaya yang bersih, sehat, dan nyaman.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy