Wagub Deinas Sidak Pembangunan Puspem Di Karadiri, Target Selesai Akhir 2026 Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan kompleks Pusat Pemerintahan (Puspem) Papua Tengah yang meliputi Kantor Gubernur, Majelis Rakyat Papua (MRP), dan DPRD Provinsi Papua Tengah di kawasan Karadiri II, Nabire, Kamis (13/8/2026)(SalamPapua.com/Humas Pemprov Papua Tengah)

Wagub Deinas Sidak Pembangunan Puspem Di Karadiri, Target Selesai Akhir 2026

SALAM PAPUA (NABIRE) – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., memastikan pembangunan kompleks Pusat Pemerintahan (Puspem) Papua Tengah di kawasan Karadiri II, Nabire, terus dikebut dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.

Hal tersebut disampaikan Deinas saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan kompleks yang nantinya meliputi Kantor Gubernur, Majelis Rakyat Papua (MRP), DPRD Provinsi Papua Tengah, serta sejumlah gedung perkantoran lainnya, Kamis (13/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Deinas memantau langsung progres pembangunan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terlibat aktif dalam mengawasi proses pengerjaan, bukan hanya menerima hasil akhir.

“Kami tidak terima jadi, tapi kami libatkan diri langsung dalam proses pembangunan ini. Dan itu bagian dari pengawasan kita supaya pekerjaan ini bisa berjalan dengan baik,” kata Deinas.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pembangunan Kantor Gubernur telah mencapai lantai tiga dan segera memasuki tahap penutupan atap serta penyelesaian akhir atau finishing.

Sementara itu, pembangunan gedung Kantor DPRD juga disebut berjalan sesuai jadwal. Sedangkan gedung terpadu yang diperuntukkan bagi kantor dinas, badan dan instansi lainnya dengan rancangan sembilan lantai, saat ini telah mencapai pengerjaan lantai empat.

Deinas mengaku bangga melihat kualitas bangunan yang tengah dikerjakan. Menurutnya, kompleks Puspem Papua Tengah tersebut menjadi salah satu bangunan pemerintahan yang megah di Tanah Papua.

“Memang gedung ini, untuk seluruh provinsi di Tanah Papua, gedung yang sedang dibangun ini termegah dan luar biasa bagi kami di Papua Tengah,” ujarnya.

Dalam sidak tersebut, Deinas melihat sekitar 300 tenaga kerja tengah bekerja di lokasi proyek. Ia kemudian meminta pihak kontraktor menambah 300 tenaga kerja lagi sehingga total tenaga yang bekerja dapat mencapai sekitar 600 orang.

Penambahan tenaga kerja tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengerjaan sehingga pembangunan dapat diselesaikan sesuai target kontrak.

“Saya hitung tukang bangunan sebanyak 300 orang, saya suruh harus tambah 300 orang lagi supaya tenaganya bisa menjadi 600 orang lalu maksimal saling bahu membahu. Saya tidak mau pekerjaan ini ditunda lalu berlanjut ke tahun depan. Tahun ini sesuai kontrak harus selesai,” tegasnya.

Selain tenaga kerja, Wagub juga mengingatkan kontraktor agar memastikan ketersediaan bahan bangunan di lokasi proyek. Menurutnya, jumlah tenaga kerja yang memadai tidak akan efektif apabila material yang dibutuhkan tidak tersedia.

“Saya juga tadi minta supaya semua bahan bangunan harus disiapkan, supaya tukang bisa kerjakan. Kalau tenaganya ada namun bahannya tidak ada, berarti pekerjaan lambat,” katanya.

Deinas menjelaskan proyek pembangunan kompleks Puspem Papua Tengah tersebut dibiayai dan dikontrakkan melalui Kementerian PUPR. Berdasarkan kontrak, batas waktu penyelesaian pekerjaan ditetapkan pada 31 Desember 2026.

Karena itu, ia menegaskan seluruh pekerjaan harus dituntaskan sebelum batas waktu tersebut dan tidak boleh ditunda hingga tahun berikutnya.

“Pada prinsipnya mereka (kontraktor) sedang bekerja, dan sesuai dengan kontrak dari Kementerian PUPR, kepada kami itu kan tanggal 31 Desember 2026. Jadi sebelum tanggal 31 Desember pekerjaan semuanya harus tuntas,” pungkasnya.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi