SALAM PAPUA (BOGOR) – Akademi Waamanat Bhintuka Football Club (WBFC) tampil sebagai juara Piala Soeratin U17 Jawa Barat 2026 setelah menundukkan Saint Prima FC U17 dengan skor 3-0 pada partai final di Stadion Mini Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (12/9/2026).
Kemenangan tersebut memastikan Akademi WBFC meraih gelar juara setelah tampil impresif sepanjang kompetisi. Bahkan, keberhasilan tim semakin lengkap setelah tiga pemainnya meraih penghargaan individu.
Lorenzo Jovian Omabak Komangal alias Onco dinobatkan sebagai Top Score, Naufal Faidlarrahman terpilih sebagai Pemain Terbaik, sedangkan Fahmi Aziz Arifudin meraih penghargaan sebagai Kiper Terbaik.
Suasana pertandingan Akademi WBFC melawan Saint Prima pada partai puncak Piala Soeratin U17 Jawa Barat Tahun 2026 di Stadion Mini Cibinong, Sabtu (12/9/2026)(Salampapua.com/Dokumen Akademi WBFC) Pada pertandingan final, Akademi WBFC langsung tampil menekan sejak awal laga. Permainan agresif anak asuhan Pelatih Budiman Yunus membuahkan hasil pada menit ke-12.
Lorenzo Jovian Omabak Komangal alias Onco membuka keunggulan WBFC setelah memanfaatkan peluang di area pertahanan Saint Prima. Gol tersebut membuat WBFC unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Saint Prima berusaha meningkatkan tekanan. Namun, barisan pertahanan WBFC mampu meredam serangan lawan, sementara Fahmi Aziz Arifudin tampil solid di bawah mistar.
(dari kiri) Fahmi Aziz Arifudin peraih penghargaan sebagai Kiper Terbaik, Naufal Faidlarrahman terpilih sebagai Pemain Terbaik dan Lorenzo Jovian Omabak Komangal alias Onco dinobatkan sebagai Top Score Piala Soeratin U17 Jawa Barat tahun 2026 bersama piala pada penutupan, Sabtu (12/9/2026) di Stadion Mini Cibinong, Kabupaten Bogor (Salampapua.com/Dokumen Akademi WBFC) WBFC kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-20 melalui Ahmad Sandi. Gol tersebut membuat WBFC menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Memasuki babak kedua, Saint Prima berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, WBFC tetap mampu mengendalikan permainan dan beberapa kali membangun serangan berbahaya.
Pada menit ke-56, WBFC kembali mencetak gol melalui Naufal Faidlarrahman. Gol tersebut membawa WBFC unggul 3-0 sekaligus semakin menjauh dari kejaran Saint Prima.
Saint Prima terus berusaha memperkecil ketertinggalan hingga pertandingan berakhir. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dan memastikan Akademi WBFC sebagai juara Piala Soeratin U17 Jawa Barat 2026, sedangkan Saint Prima harus puas sebagai runner-up.
Ketiga gol WBFC dicetak Lorenzo Jovian Omabak Komangal alias Onco menit ke-12, Ahmad Sandi menit ke-20, dan Naufal Faidlarrahman menit ke-56.
Pelatih Akademi WBFC, Budiman Yunus, mengaku bersyukur atas kemenangan di partai final sekaligus keberhasilan timnya menjadi juara Piala Soeratin U17 Jawa Barat 2026.
“Pertama kita bersyukur dengan kemenangan di final dan juara Soeratin Jabar U17 2026,” kata Budiman.
Ia berharap seluruh pemain terus berkembang, baik dari sisi teknik maupun fisik, sehingga mampu membawa WBFC meraih prestasi lebih tinggi di level nasional.
“Harapannya semua pemain tambah berkembang, baik teknik maupun fisik, dan tim lebih berprestasi di level nasional,” ujarnya.
Budiman menegaskan, target berikutnya adalah membawa WBFC U17 tampil di Piala Soeratin tingkat nasional. Ia memastikan tim tidak hanya datang untuk berpartisipasi, tetapi ingin membuktikan bahwa WBFC U17 layak bersaing di pentas nasional.
“Target tim selanjutnya tentunya di Piala Soeratin Nasional tahun ini. Bukan sekadar partisipasi, tapi tahun ini menjadi ajang pembuktian bahwa tim WBFC U17 pantas bermain di pentas nasional. Saya sebagai pelatih ingin membawa WBFC U17 menjadi yang terbaik di Piala Soeratin Nasional 2026 ini,” tegasnya.
Menurut Budiman, kemenangan 3-0 atas Saint Prima bukanlah hasil keberuntungan. Ia menilai seluruh pemain menunjukkan kerja keras di lapangan.
“Kemenangan kemarin di final atas Saint Prima 3-0 itu karena anak-anak kerja keras di lapangan, bukan hanya keberuntungan,” katanya.
Ia juga menyebut status pertandingan sebagai derby Bandung memberikan motivasi tersendiri bagi para pemain WBFC. Motivasi tersebut kemudian dibuktikan melalui penampilan maksimal hingga mampu mengamankan gelar juara.
“Apalagi derby Bandung. Semua pemain punya motivasi tersendiri dan mereka membuktikannya di final kemarin. Mereka ingin menjadi yang terbaik di Bandung. Saya sangat apresiasi kepada semua pemain,” pungkasnya.
Keberhasilan Akademi WBFC semakin lengkap setelah tiga pemainnya mendapatkan penghargaan individu. Lorenzo Jovian Komangal dinobatkan sebagai Top Score dengan 7 gol sepanjang pertandingan, Naufal Faidlarrahman sebagai Pemain Terbaik, dan Fahmi Aziz Arifudin sebagai Kiper Terbaik.
Susunan Pemain
Akademi WBFC U17
Fahmi Aziz Arifudin (GK); Kukuh Widi Nugroho, Mulky Putra Fahrezy, Yohanis Levy Yandro Yarisetouw, Ahmad Sandi; Don Fransiskus A Magal, Lorenzo Jovian Komangal, Raihan Muzdan Hermawan; Deyvano Arsalan Demanto, Juarz Kolo Tanesib, Naufal Faidlarrahman (kapten).
Pemain pengganti: Dianus Tsugumol, Jakobis Matheos Richi Putiray, Arsya Raihan Akbar, Muchamad Zam Zam Sudarma, Muh. Farid Athallah, Jopian Aim, Raihan Nur Cahyo dan Vicky Erlangga Ardiansyah.
Pelatih: Budiman Yunus
Saint Prima FC U17
Hari Merdeka Ramadhan (GK); Dzaky Muhammad Azzam (kapten), Muchammad Raffi Adriana, Muhammad Rama Firmansyah, Quinadz an Muyassar Xabi Guniadi, Nugroho Azzaki; Alfian Akbar Ibrahim, Dylan Al Ayyubi Djibu, Nival Aidin Yanwar, Mochammad Zaky Shalinham; Muhammad Rizky Subagja.
Pemain pengganti: Yori Atthaya Shaki, Putra Emmanuel Pardede, Ageng Mangku Maulana, Garyel Fadhil Abdullah H, Oktiadi Akbar Rusmana, Muhamad Gebriel Akbar, Ahmad Paoji, M. Hafidz Hanifan Abdillah, Kaisar Xavier Aleydan dan Muhammad Tegar Fisabilillah.
Pelatih: Fachrul Ginanjar Sudarmadi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan trofi juara dan runner-up serta penghargaan individu kepada pemain terbaik dalam Piala Soeratin U17 Jawa Barat 2026.
Penulis/Editor: Sianturi