SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mimika berkomitmen mendorong kontraktor Orang Asli Papua (OAP) meningkatkan kapasitas agar mampu bersaing dan menjadi pemenang tender pekerjaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Ketua Kadin Mimika, Soter Potowapea, mengatakan peningkatan kapasitas kontraktor OAP menjadi salah satu perhatian penting dunia usaha di Mimika. Menurutnya, keberpihakan kepada pengusaha OAP tidak cukup hanya melalui kebijakan afirmasi, tetapi harus dibarengi peningkatan kemampuan teknis, administratif, permodalan, akses pasar, dan pemahaman terhadap mekanisme pengadaan pemerintah.
“Selama ini masih ada berbagai hambatan yang dihadapi kontraktor OAP untuk dapat bersaing dan memenangkan tender pekerjaan pemerintah,” kata Soter.
Ia menyebut sejumlah kendala yang masih dihadapi kontraktor OAP, di antaranya kualifikasi teknis dan administratif, implementasi regulasi keberpihakan atau afirmasi, keterbatasan modal, akses pasar dan penentuan harga, hingga pemahaman terhadap sistem pengadaan.
Menghadapi persoalan tersebut, Kadin Mimika tidak ingin hanya menjadi organisasi yang menyampaikan aspirasi pengusaha. Kadin berencana mengambil peran melalui program peningkatan kapasitas dan pendampingan bagi kontraktor OAP.
Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni menggelar diskusi dan workshop mengenai tata cara mengikuti tender pekerjaan barang dan jasa melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Melalui kegiatan tersebut, kontraktor OAP akan diberikan pemahaman mengenai tahapan pengadaan, mulai dari persiapan dokumen administrasi, persyaratan teknis, pendaftaran, pemasukan penawaran hingga proses evaluasi.
“Kontraktor harus memahami bagaimana mengikuti proses tender dengan benar. Jangan sampai peluang pekerjaan sudah tersedia, tetapi kontraktor tidak mampu mengikuti prosesnya karena persoalan administrasi atau kurang memahami sistem,” jelas Soter.
Selain peningkatan kapasitas, Kadin Mimika juga akan mendorong solusi terhadap persoalan biaya sertifikasi dan legalitas usaha. Salah satunya melalui koordinasi pembuatan Sertifikat Badan Usaha (SBU) secara bersama-sama agar biaya yang ditanggung kontraktor OAP dapat lebih terjangkau.
Menurut Soter, kelengkapan legalitas dan pemenuhan persyaratan usaha merupakan bagian penting dalam kesiapan perusahaan untuk mengikuti pekerjaan konstruksi maupun pengadaan pemerintah.
Kadin Mimika juga berencana menggelar seminar dan talkshow dengan menghadirkan pakar serta ahli di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah dan LPSE.
Narasumber yang diharapkan hadir berasal dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pusat, serta kalangan profesional Kadin Provinsi dan Kadin pusat.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi kontraktor OAP untuk mendapatkan pemahaman langsung mengenai regulasi, mekanisme pengadaan, peluang usaha, strategi mengikuti tender secara sehat dan profesional, serta berbagai persoalan yang selama ini dihadapi pengusaha lokal.
Soter menegaskan, peningkatan kemampuan kontraktor OAP harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Kontraktor tidak boleh hanya bergantung pada kebijakan afirmasi, tetapi juga harus memiliki kapasitas perusahaan yang memadai.
“Keberpihakan harus berjalan bersama dengan peningkatan kapasitas. Kita ingin kontraktor OAP bukan hanya ikut tender, tetapi benar-benar mampu menjadi pemenang dan melaksanakan pekerjaan dengan baik,” tegasnya sesuai rilis yang diterima Salampapua.com, Minggu malam (13/9/2026).
Kadin Mimika juga menilai transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa menjadi hal penting untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat.
Dengan pemahaman yang baik terhadap mekanisme LPSE dan regulasi pengadaan, kontraktor OAP diharapkan dapat mempersiapkan perusahaan secara lebih profesional sekaligus mengurangi kesalahpahaman dalam proses tender.
Di sisi lain, persoalan modal, akses pasar, dan penentuan harga juga menjadi perhatian. Kontraktor yang memiliki kemampuan teknis belum tentu memiliki kekuatan finansial yang cukup untuk mengikuti maupun melaksanakan pekerjaan secara optimal.
Karena itu, Kadin Mimika akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mencari model dukungan yang dapat memperkuat kemampuan finansial dan daya saing kontraktor OAP.
Soter mengatakan semakin banyak kontraktor lokal yang memiliki kapasitas dan mampu memenangkan pekerjaan, maka semakin besar pula potensi perputaran ekonomi di daerah.
Pekerjaan yang dikerjakan perusahaan lokal dinilai dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, sekaligus memperkuat kapasitas pengusaha asli daerah.
Kadin Mimika berharap program peningkatan kapasitas tersebut dapat menjadi bagian dari sinergi antara dunia usaha dan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendukung pembangunan serta mempercepat penyerapan anggaran.
“Kadin Mimika ingin menjadi bagian dari solusi. Kami ingin mendukung Pemda Mimika dalam pembangunan, penyerapan anggaran, sekaligus memastikan pengusaha OAP memiliki kesempatan dan kemampuan untuk tumbuh serta menjadi pemain utama dalam pembangunan di daerahnya sendiri,” ujar Soter.
Melalui langkah tersebut, Kadin Mimika menargetkan terbentuknya ekosistem usaha yang lebih sehat, profesional, dan berkeadilan, sehingga kontraktor OAP tidak hanya menjadi peserta tender, tetapi mampu naik kelas menjadi perusahaan yang kompetitif dan memenangkan pekerjaan barang dan jasa di Kabupaten Mimika.
Editor: Sianturi