SALAM PAPUA (DEIYAI) – Pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, masih menghadapi keterbatasan tenaga, fasilitas, peralatan kesehatan hewan, serta obat-obatan. Kondisi tersebut membuat penanganan terhadap ternak masyarakat belum dapat dilakukan secara maksimal.
Paramedik Veteriner Kabupaten Deiyai, John Pigai, mengatakan hampir setiap hari dirinya menerima telepon dari masyarakat yang meminta bantuan untuk menangani ternak mereka yang sakit.
“Kondisi tersebut membuat penanganan terhadap ternak masyarakat belum dapat dilakukan secara maksimal,” ujar John Pigai dalam keterangan tertulis yang diterima salampapua.com, Rabu (9/9/2026) pagi.
Menurut John, saat ini dirinya menjadi salah satu tenaga yang aktif memberikan pelayanan kesehatan hewan secara langsung kepada masyarakat. Namun, keterbatasan obat-obatan, peralatan kesehatan hewan, serta jumlah tenaga Paramedik Veteriner membuat pelayanan belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat.
“Beberapa hari ini saya mendapat telepon dari masyarakat untuk menangani ternak. Tetapi ketersediaan obat, alat kesehatan hewan dan tenaga Paramedik Veteriner atau Mantri Hewan sangat terbatas. Saat ini hanya saya sendiri yang aktif, sehingga tidak bisa menangani semuanya secara menyeluruh,” katanya.
Ia menjelaskan, sebenarnya terdapat empat tenaga Paramedik Veteriner yang baru menyelesaikan pendidikan dan berpotensi membantu pelayanan kesehatan hewan di Deiyai. Namun, persoalan dukungan biaya operasional menjadi kendala berikutnya.
“Saya juga mau mereka membantu pelayanan, tetapi kalau pelayanan dilakukan, mau dibayar dengan apa? Karena dukungan operasionalnya belum jelas. Akhirnya saya menangani sendiri,” ujarnya.
John menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Deiyai, terutama jika pemerintah ingin mendorong pengembangan peternakan rakyat. Menurutnya, pelayanan kesehatan hewan merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sektor peternakan.
Karena itu, ia berharap Pemkab Deiyai memperkuat sektor kesehatan hewan melalui penambahan tenaga penyuluh peternakan, pembangunan Kantor Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), penyediaan alat dan obat-obatan, serta penguatan tenaga Paramedik Veteriner.
Selain dukungan fasilitas dan tenaga, John juga berharap pemerintah memberikan kesempatan pendidikan Strata 1 (S1) Kedokteran Hewan bagi tenaga yang selama ini telah mengabdi di bidang kesehatan hewan.
“Kalau pemerintah serius membangun peternakan rakyat, maka pelayanan kesehatan hewan juga harus diperkuat. Jangan sampai masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi tenaga, obat dan alat tidak tersedia,” tegasnya.
Ia menambahkan, kemajuan peternakan masyarakat harus dimulai dari kondisi hewan yang sehat dan peternak yang mendapatkan pelayanan secara memadai.
Menurut John, penguatan layanan kesehatan hewan menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi ternak masyarakat sekaligus mendukung perkembangan peternakan rakyat di Kabupaten Deiyai.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi