SALAM PAPUA (NABIRE) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah menggelar pelatihan tata rias wajah di Aula Guest House Kesbangpol, Jalan Merdeka, Nabire, Papua Tengah, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut resmi dibuka Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah, Albertus Adii. Pelatihan menggandeng Windi Salon sebagai pemateri dan menjadi bagian dari program kerja DWP sekaligus wadah pemberdayaan bagi para anggotanya.
Albertus Adii mengapresiasi inisiatif pengurus DWP yang menghadirkan kegiatan pengembangan keterampilan bagi para anggota.
Menurutnya, keterampilan tata rias tidak hanya berkaitan dengan upaya mempercantik penampilan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter perempuan yang mandiri, kreatif, dan percaya diri.
“Keterampilan tata rias bukan sekadar mempercantik diri, tetapi juga membangun karakter wanita yang mandiri, kreatif, dan tampil kharismatik di tengah masyarakat,” ujar Albertus Adii saat membuka kegiatan.
Ia berharap DWP Papua Tengah dapat terus menghadirkan program-program pembinaan yang memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara luas.
“Saya berharap DWP Papua Tengah semakin aktif melahirkan program pembinaan yang berdampak nyata bagi kemandirian anggota dan masyarakat luas,” tuturnya.
Sementara itu, Plh. Sekretaris DWP Provinsi Papua Tengah, Ny. Risma Viktor Fun, menyambut positif antusiasme jajaran pengurus DWP tingkat provinsi maupun perwakilan unsur pelaksana lainnya yang mengikuti pelatihan tersebut.
Ia mengatakan, pelatihan tata rias diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada anggota dalam merawat serta menata penampilan diri.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap anggota dapat menyerap ilmu merawat diri dengan baik. Sebab selain membangun karakter, penampilan wajah dan kepribadian juga harus memancarkan kecantikan dari luar dan dalam,” ujar Ny. Risma Viktor Fun.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Dengan demikian, anggota DWP tidak hanya memiliki kemampuan untuk merawat diri, tetapi juga berpotensi memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
“Keterampilan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai peluang wirausaha sehingga dapat mendukung kemandirian ekonomi keluarga,” katanya.
Terkait keberlanjutan pelatihan, Risma menyerahkan mekanisme pelaksanaannya kepada masing-masing unit kerja DWP. Ia menilai kegiatan serupa akan memberikan manfaat lebih besar apabila dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
“Jika program ini direncanakan secara berkelanjutan pada masa mendatang, tentu hal tersebut sangat baik untuk terus dilakukan,” pungkasnya.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi