KONI Papua Tengah Percepat Pelantikan Cabor, Siapkan Atlet Hadapi Pra-PON 2027 Dan PON 2028 Sekretaris KONI Papua Tengah, Yeki Tobay (tengah), memimpin rapat koordinasi bersama pengurus cabang olahraga usai rapat di Kantor KONI Papua Tengah, Nabire, Jumat (4/9/2026)(Salampapua.com/Dokumen Humas KONI Papua Tengah)

KONI Papua Tengah Percepat Pelantikan Cabor, Siapkan Atlet Hadapi Pra-PON 2027 Dan PON 2028

SALAM PAPUA (NABIRE) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah mempercepat sejumlah program pembinaan olahraga sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pra-PON 2027, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (Rakor) yang digelar KONI Papua Tengah bersama jajaran pengurus dan pengurus cabang olahraga (cabor) di Kantor KONI Papua Tengah, Jumat (4/9/2026).

Sekretaris KONI Papua Tengah, Yeki Tobay, S.HI., M.KP, mengatakan salah satu fokus utama dalam Rakor tersebut adalah mempercepat proses pelantikan kepengurusan cabor yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK).

“Di Kabupaten Nabire sendiri, diperkirakan terdapat 12 hingga 13 cabor unggulan yang kepengurusannya telah terbentuk, namun belum dapat menjalankan aktivitas pembinaan secara optimal karena menunggu pelantikan resmi,” ujar Yeki saat rapat.

Menurutnya, pelantikan kepengurusan cabor direncanakan berlangsung dalam satu hingga dua minggu ke depan secara bersamaan untuk mempercepat pelaksanaan program pembinaan.

“Meskipun Pengurus Besar pusat dari beberapa cabor mengharapkan kehadiran langsung di daerah, kita berkomitmen untuk memfasilitasi perwakilan PB pusat demi menjaga kelancaran prosesi pelantikan,” katanya.

Yeki juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap program KONI. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.

“Kita bersyukur karena Gubernur Papua Tengah bisa memberikan dukungan penuh kepada KONI untuk mengejar beberapa target program kita beberapa bulan ke depan,” ujarnya di hadapan jajaran pengurus.

Ia menilai, dukungan Pemprov Papua Tengah menjadi angin segar bagi percepatan program olahraga, terutama dalam membangun fondasi pembinaan prestasi di provinsi yang masih tergolong baru tersebut.

Terkait program pembinaan atlet, Yeki menjelaskan KONI Papua Tengah telah merancang tahapan kerja secara terstruktur untuk menjaring dan mempersiapkan atlet berprestasi.

“Pelantikan pengurus cabor ini menjadi fondasi legalitas agar tiap cabor bisa menjalankan program pembinaan, sekaligus mempersiapkan atlet terbaik untuk ajang seleksi resmi di Pekan Olahraga Provinsi,” jelasnya.

Ia menegaskan KONI Papua Tengah tidak dapat serta-merta memfasilitasi usulan atlet yang belum memiliki rekam prestasi dan jalur administrasi yang jelas. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembinaan berjalan sesuai aturan serta menghindari risiko bagi atlet maupun organisasi.

“KONI Papua Tengah tidak dapat memfasilitasi usulan atlet yang belum teruji jalurnya secara legal dan berprestasi di tingkat provinsi demi menghindari risiko cedera serta beban organisasi. Seluruh usulan cabor akan dikumpulkan melalui Rakerprov untuk disusun menjadi program kerja sebelum dipresentasikan ke Pemprov,” tegas Yeki.

Selain penyusunan program kerja, KONI Papua Tengah juga akan menentukan wadah dan lokasi Pemusatan Latihan Provinsi (Puslatprov), yang kemungkinan dipusatkan di Nabire atau Timika, sebagai bagian dari persiapan menghadapi kualifikasi Pra-PON 2027.

Untuk membangun fondasi olahraga di Papua Tengah, Yeki menekankan pentingnya melibatkan tokoh-tokoh serta pengurus yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan olahraga. Menurutnya, keberhasilan pembinaan prestasi membutuhkan kolaborasi banyak pihak.

“Untuk memajukan olahraga itu tidak bisa satu-dua pikiran. Kita membutuhkan banyak pikiran supaya target kita tercapai,” katanya.

Dengan percepatan pelantikan cabor dan penyusunan program pembinaan, KONI Papua Tengah optimistis seluruh tahapan, mulai dari pelantikan, Porprov, hingga pemusatan latihan dapat berjalan sesuai target demi mempersiapkan atlet terbaik Papua Tengah menuju ajang olahraga nasional.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi