Pemuda Ditikam OTK Di Kampung Kadun Jaya, Jalani Operasi Darurat Di RSUD Mimika MR saat mendapatkan penanganan medis di RSUD Mimika setelah menjadi korban penikaman OTK di Kampung Kadun Jaya, Kilo 10, Sabtu (12/9/2026)(Salampapua.com/Dokumen Warga)

Pemuda Ditikam OTK Di Kampung Kadun Jaya, Jalani Operasi Darurat Di RSUD Mimika

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Seorang pemuda berinisial MR (19) dilarikan ke RSUD Mimika setelah menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di Kampung Kadun Jaya, kawasan Kilo 10, Kabupaten Mimika, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIT.

MR mengalami luka tusuk benda tajam pada bagian dada sebelah kiri yang menyebabkan pendarahan hebat. Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum kemudian dilarikan ke RSUD Mimika untuk mendapatkan penanganan medis.

Paman korban, Hamsah, mengatakan MR saat ini menjalani operasi darurat akibat luka yang dideritanya.

“Korban sedang menjalani operasi darurat di RSUD,” kata Hamsah.

Menurut Hamsah, aksi penikaman terjadi tepat di depan kios milik korban. Saat itu, MR hendak melaksanakan salat Isya.

Hamsah mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar keributan dari dalam rumah. Ketika keluar, ia mendapati ponakannya telah menjadi korban penikaman.

Ia menjelaskan, area depan kios miliknya memang kerap menjadi tempat berkumpul sejumlah anak muda yang menggunakan fasilitas WiFi. Namun, hingga kini pihak keluarga belum mengetahui secara pasti penyebab maupun motif penikaman tersebut.

Keluarga korban berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Selain membutuhkan penanganan operasi, MR juga membutuhkan sekitar 12 kantong darah untuk menunjang proses medis dan pemulihannya.

“Alhamdulillah, ada warga KKSS yang siap mendonorkan darah,” ujar Hamsah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap, identitas pelaku maupun motif penikaman terhadap MR.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi