Perdana, RSUD Mimika Gandeng IBI Gelar Pelatihan Tingkatkan Keahlian Asuhan Persalinan Normal Foto bersama usai pembukaan Pelatihan Asuhan Persalinan Normal, yang digelar di Ruang Pertemuan Edelweis RSUD Mimika, Selasa (15/9/2026) (salampapua.com/Evita)

Perdana, RSUD Mimika Gandeng IBI Gelar Pelatihan Tingkatkan Keahlian Asuhan Persalinan Normal

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Lembaga Diklat Profesi Ikatan Bidan Indonesia (LDP IBI) menyelenggarakan Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) selama 10 hari.

Kegiatan ini dihadiri secara daring melalui zoom meeting oleh Ketua Pengurus Pusat IBI, Dr. Ade Jubaedah serta jajaran narasumber dari dokter spesialis obgin, dokter anak, fasilitator, dan master of trainer IBI, serta dibuka secara resmi oleh Direktur RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam, di Ruang Pertemuan Edelweis RSUD Mimika, Selasa (15/9/2026).

Dalam sambutannya, Dr. Ade Jubaedah menegaskan bahwa pelatihan APN bukan sekadar peningkatan keterampilan klinis, melainkan sebuah investasi untuk menyelamatkan kehidupan ibu dan bayi.

Ia menekankan pentingnya kompetensi bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, mengingat hasil survei menunjukkan 76 persen pelayanan kebidanan di Indonesia diberikan oleh bidan.

“Kompetensi harus menjadi identitas seorang bidan. Keselamatan ibu dan bayi harus menjadi prioritas utama, dan kolaborasi lintas profesi adalah kunci,” ujar Ade Jubaedah.

Ade menekankan bahwa setiap keterampilan yang diperoleh harus direplikasi dan ditransfer kepada sejawat lain, sehingga manfaat pelatihan tidak berhenti pada peserta saja.

“Gunakan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, berlatih, dan menjadi agent of change dalam pelayanan kebidanan,” pesannya.

Sementara itu Direktur RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam mengatakan bahwa kesempatan mengikuti pelatihan ini adalah momen berharga yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta.

Ia mengingatkan bahwa sejak dahulu bidan telah menjadi ujung tombak pelayanan persalinan, bahkan sebelum teknologi medis berkembang.

“Keputusan klinis yang cepat dan tepat adalah kunci. Terlambat mengambil keputusan berarti terlambat pula tindakan selanjutnya,” tegasnya.

Menurut Dia, kondisi di Papua memiliki tantangan tersendiri, mulai dari akses pelayanan kesehatan hingga faktor sosial budaya masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan di RSUD Mimika ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan bidan dalam menangani persalinan normal dengan tetap mengedepankan keselamatan ibu dan bayi.

Faustina juga menekankan pentingnya kolaborasi interprofesional antara bidan, dokter spesialis obgin, dokter anak, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.

“Tidak hanya dokter, tidak hanya perawat, tetapi bidan hadir bersama secara kolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik sesuai visi misi RSUD Mimika,” tambahnya.

Pelatihan APN di Mimika ini diharapkan memperkuat ekosistem pelayanan maternal dan neonatal, menjawab tantangan geografis, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan kolaborasi antar tenaga kesehatan. Dengan peningkatan kompetensi bidan, RSUD Mimika bersama IBI berkomitmen menghadirkan pelayanan persalinan yang aman, bermutu, dan berpusat pada perempuan.

Untuk diketahui, pelatihan ini diikuti para bidan RSUD Mimika dengan dukungan penuh dari Ketua IBI Cabang Mimika, Levina Wuryanti Tandiyono, serta jajaran manajemen RSUD. Hadir pula Master of Trainer IBI, Ike Kurnia yang akan mendampingi peserta selama 10 hari penuh.

Penulis: Evita

Editor: Jimmy