SALAM PAPUA (TIMIKA) – Masyarakat Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika segera mengirim bantuan bahan makanan (Bama) menyusul kondisi kekurangan pangan yang mereka alami akibat kemarau panjang.
Aspirasi tersebut disampaikan warga melalui rekaman video yang dikirim dari Jila dan diterima Salampapua.com, Rabu (16/9/2026). Dalam video tersebut, perwakilan warga menyampaikan kondisi lahan pertanian yang mengering serta keterbatasan bahan makanan akibat kemarau yang berlangsung sejak Juni hingga September 2026.
“Masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan hanya bisa makan satu sendok dalam sehari. Ini betul-betul krisis kemanusiaan,” ujar perwakilan warga dalam video tersebut.
Warga juga menyebut kondisi mereka semakin sulit setelah insiden yang terjadi pada 17 Agustus 2026 yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Mereka berharap pemerintah segera memberikan bantuan pangan dan perlindungan kepada masyarakat di Jila.
Menanggapi desakan tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan bantuan Bama untuk masyarakat pegunungan telah disiapkan dan saat ini tinggal menunggu ketersediaan armada untuk pengiriman.
“Tinggal dikirim, tunggu kesediaan armada,” ujar Rettob saat dihubungi, Rabu (16/9/2026).
Sebelumnya, Rettob mengatakan Pemkab Mimika terus berkoordinasi dengan TNI, Polri dan PT Freeport Indonesia untuk mendapatkan dukungan transportasi udara guna mendistribusikan bantuan ke wilayah pegunungan.
“Masalah kita sekarang penerbangan agak segan ke wilayah gunung. Tapi Bama sudah siap kita angkat. Pemerintah tetap melaksanakan proses bantuan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rettob, kebutuhan bantuan untuk wilayah pegunungan telah disiapkan dalam jumlah besar. Untuk Jila, stok yang tersedia saat ini sekitar 4 ton dan akan segera dikirim setelah armada tersedia. Sementara kebutuhan bantuan untuk wilayah Jita dan Tsinga sebelumnya disebut mencapai sekitar 45 ton.
Kondisi kekurangan pangan di sejumlah wilayah pegunungan Mimika sebelumnya juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Mimika telah berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk pengiriman bantuan karena akses menuju wilayah pegunungan sangat bergantung pada transportasi udara.
Rettob menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat meskipun menghadapi kendala penerbangan.
“Mudah-mudahan segera bisa kita kirim sesuai kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi