SALAM PAPUA (TIMIKA) – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyatakan bahwa pihaknya bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong akan segera meluncurkan program penyediaan air bersih bagi masyarakat di empat wilayah pesisir Kabupaten Mimika.

Empat titik yang menjadi lokasi program tersebut meliputi Kampung Atuka (Distrik Mimika Tengah), Kokonao (Distrik Mimika Barat), Distrik Amar, dan Kampung Uta (Distrik Mimika Barat Tengah).

“Minggu depan kita akan launching program air bersih di empat wilayah pesisir: Atuka, Kokonao, Amar, dan Uta. Saat ini sambungan masih dalam proses persiapan, bahkan di Amar programnya sudah mulai berjalan,” ujar Johannes usai meresmikan program serupa di Jalan SP2, Sabtu (12/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa sumber air bersih di wilayah pesisir berasal dari air laut yang diolah menggunakan teknologi hingga mencapai pH 8, sehingga aman untuk langsung dikonsumsi masyarakat.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sistem pengaliran air menggunakan tenaga surya sehingga mampu beroperasi selama 24 jam, tergantung intensitas sinar matahari.

“Kita bekerja sama dengan BRIN. Air ini bisa digunakan untuk keperluan makan, minum, dan kebutuhan harian lainnya. Karena menggunakan sistem tenaga surya, air akan terus mengalir selama ada sinar matahari,” jelas Bupati yang akrab disapa JR ini.

Johannes menegaskan bahwa program air bersih tersebut merupakan bagian dari realisasi visi-misi pemerintah dalam membangun Mimika dari kampung hingga kota secara berkelanjutan.

“Saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan baik dan turut menjaga infrastruktur yang sudah disediakan, karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menambahkan bahwa seluruh program pembangunan, termasuk penyediaan air bersih, dilakukan secara bertahap.

“Banyak yang bertanya kenapa membangun dari kampung kalau di kota saja masih belum sempurna. Di sini saya tegaskan, kita bekerja bertahap. Kota tetap dibenahi, dan program di wilayah pedalaman pun tetap dijalankan,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi