SALAM PAPUA (TIMIKA)- Ciri-ciri anak kurang konsentrasi penting dikenali oleh orang tua, karena fokus yang terganggu dapat memengaruhi proses belajar dan prestasinya. Dengan memahami tanda-tandanya sejak dini, orang tua bisa memberikan dukungan yang tepat agar anak lebih siap belajar, berkembang, dan berprestasi.

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi fokus anak. Salah satu yang cukup berperan adalah asupan nutrisi saat sarapan, terutama jika tidak bergizi lengkap. Jika anak tidak sarapan bergizi lengkap, tubuhnya kekurangan energi setelah semalaman tidak makan. Akibatnya, anak bisa merasa lemas dan kurang semangat saat memulai hari.

Sarapan bergizi lengkap juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga otak bisa bekerja dengan baik. Anak yang sarapannya bergizi umumnya lebih mudah fokus, punya daya ingat yang baik, dan siap mengikuti pelajaran.

Ini Ciri-Ciri Anak Kurang Konsentrasi

Ciri-ciri anak kurang konsentrasi dapat dilihat dari kebiasaan atau perilaku yang mengganggu fokus mereka dalam beraktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah. Agar Anda lebih waspada, berikut beberapa ciri-ciri anak kurang konsentrasi yang patut diperhatikan:

1. Prestasi akademik tidak berkembang sesuai usianya

Anak yang kurang konsentrasi biasanya mengalami penurunan nilai atau hasil belajar yang tidak sesuai dengan kemampuan dan usianya. Ia mungkin mulai tertinggal dalam mengerjakan tugas, sering mendapat nilai rendah, atau kesulitan memahami materi yang diajarkan.

2. Mudah teralihkan perhatiannya

Anak yang kurang konsentrasi biasanya sulit fokus dalam waktu lama pada satu kegiatan. Misalnya, saat mengerjakan PR, ia bisa tiba-tiba berhenti karena terdistraksi oleh adiknya yang bermain.

Anak juga cenderung sering melamun, mudah tergoda bermain gadget, atau mengajukan banyak pertanyaan di luar topik. Hal ini membuat tugas menjadi tertunda atau bahkan tidak terselesaikan.

3. Sering lupa instruksi yang baru saja diberikan

Sulit mengingat arahan yang baru saja didengar merupakan ciri-ciri anak kurang konsentrasi. Misalnya, saat diminta mengambil buku dan meletakkannya di meja, anak mungkin hanya mengambil bukunya saja atau bahkan lupa sama sekali. Kondisi ini sering membuat orang tua atau guru harus mengulang instruksi berkali-kali.

4. Sulit menyelesaikan tugas sampai tuntas

Anak yang kurang konsentrasi umumnya hanya antusias di awal saat mengerjakan sesuatu, tetapi cepat kehilangan minat sebelum tugas selesai. Misalnya, menyusun puzzle lalu ditinggal sebelum selesai. Ini membuat banyak tugas anak terbengkalai atau mainan berantakan.

Selain itu, anak juga bisa terlihat mudah menyerah saat menemukan kesulitan, sehingga tidak mencoba menyelesaikan tantangan sampai akhir.

5. Memerlukan waktu lama untuk mulai mengerjakan sesuatu

Kesulitan memulai aktivitas, seperti tugas sekolah atau rutinitas harian, merupakan ciri-ciri anak kurang konsentrasi. Anak cenderung menunda-nunda, sibuk dengan hal lain, atau mencari alasan agar tidak segera mulai.

Misalnya, saat diminta mengerjakan PR, ia bisa berlama-lama menyiapkan alat tulis atau mondar-mandir, sehingga waktu banyak terbuang dan tugas pun menumpuk.

6. Sering kehilangan barang-barang pribadinya

Anak yang kurang konsentrasi biasanya juga sering lupa. Ia cenderung sulit mengingat atau menjaga letak barang-barangnya.

Misalnya, setelah menggunakan pensil, anak lupa meletakkannya di tempat semula dan harus mencarinya lagi saat ingin dipakai. Kondisi ini bisa membuat anak merasa kesal, bingung, bahkan panik saat barangnya tidak ditemukan.

7. Tampak cemas, gelisah, atau tidak tenang

Ciri-ciri anak kurang konsentrasi bisa terlihat dari sulitnya anak untuk bersikap. Ia mungkin sering mengetuk-ngetukkan tangan atau kaki serta bolak-balik posisi duduk karena merasa tidak nyaman. Anak juga bisa tampak gelisah, mudah teralihkan oleh suara atau gerakan, dan sulit fokus saat diajak bicara

Terkadang, anak tampak cemas tanpa alasan yang jelas, seperti tiba-tiba khawatir tidak bisa menyelesaikan tugas, takut dimarahi, atau merasa grogi.

Cara Membantu Anak Lebih Konsentrasi

Anak yang kurang konsentrasi mungkin mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran, prestasi belajar menurun, sulit berinteraksi sosial, dan kehilangan rasa percaya diri. Bahkan, kemampuan daya ingat dan memecahkan masalah juga bisa terhambat.

 

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuat anak semakin tertinggal dan kehilangan motivasi untuk belajar atau mencoba hal baru.

Untuk membantu Si Kecil menjadi lebih konsentrasi dan fokus, Anda bisa menerapkan langkah berikut:

Berikan sarapan sehat dan bergizi lengkap sebelum Si Kecil mulai beraktivitas. Buat rutinitas dan jadwal harian yang konsisten, sehingga Si Kecil terbiasa dengan waktu belajar, bermain, dan istirahat. Pastikan Si Kecil mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam

Ajak Si Kecil melakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan agar tubuh dan pikiran tetap segar. Berikan Si Kecil makanan dengan kandungan nutrisi seimbang, seperti susu, telur, sereal, serta vitamin dan mineral penting.

Mengingat pentingnya asupan nutrisi saat sarapan untuk anak, jangan sampai Si Kecil melewatkannya. Sarapan menyediakan energi utama bagi otak anak dan berperan besar dalam menjaga fokus dan semangat belajar sepanjang hari.

Salah satu pilihan sarapan sehat dan praktis yang dapat membantu Si Kecil lebih fokus adalah Energen, minuman sereal dengan gizi lengkap yang kini mengandung 30% lebih banyak sereal. Energen terdiri dari susu, telur, sereal, serta vitamin A, B, C, D, E, zat besi, dan asam folat.

Kombinasi nutrisi lengkap ini memberikan berbagai manfaat berikut untuk mendukung aktivitas dan perkembangan Si Kecil:

Sereal kaya serat di dalam Energen membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga Si Kecil merasa nyaman dan bisa lebih fokus saat belajar. Vitamin B Kompleks berperan mengubah karbohidrat menjadi energi, membantu Si Kecil tetap aktif dan semangat menjalani hari Protein dari susu serta vitamin dan mineral penting mendukung perkembangan otak Si Kecil agar ia dapat menyerap pelajaran dengan lebih baik.

Dengan asupan yang tepat sejak pagi hari, Si Kecil bisa memulai aktivitas dengan semangat, energi yang stabil, fokus belajar yang baik, dan tentunya mood yang lebih positif untuk menjalani pelajaran di sekolah maupun berbagai aktivitas lainnya. Dengan dukungan yang tepat, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih fokus, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Alodokter)

Editor: Sianturi