SALAM PAPUA (TIMIKA) – Amungme Nagawan Lemasa, Menuel Jhon
Magal, mengingatkan masyarakat Suku Amungme agar tidak melupakan jasa pendiri
Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa), almarhum Tom Beanal.
“Kita tidak boleh lupa dengan jasa almarhum Tom Beanal. Apa
yang kita lakukan hari ini tentu membuat beliau senang, karena kita melanjutkan
apa yang sudah beliau rintis,” pesan Menuel saat membuka Deklarasi Amungun di
Hotel Cenderawasih 66, Sabtu (30/8/2025).
Ia menegaskan, Lemasa yang didirikan Tom Beanal memiliki
tujuan mulia sebagai forum suci perjuangan adat. Karena itu, perjuangan
tersebut harus dijaga setinggi-tingginya, bukan diperalat untuk kepentingan
pribadi.
“Amungme punya nama atas perjuangan Tom Beanal. Mari kita
hargai dan hormati setinggi-tingginya perjuangan itu. Almarhum bukan berjuang
untuk keluarga atau marganya saja, melainkan untuk kepentingan seluruh orang
Amungme,” tegasnya.
Menuel yang mendapat mandat estafet dari almarhum menilai,
saat ini Lemasa sering diintimidasi oleh pihak luar, termasuk LSM, sehingga
membutuhkan dukungan penuh masyarakat Amungme agar tetap teguh memperjuangkan
hak adat.
Pesan serupa juga disampaikan Tetua Lemasa, Donatus
Kelanangame. Ia mengaku sebagai salah satu saksi hidup perjuangan almarhum Tom
Beanal mendirikan Lemasa demi keberlangsungan hak hidup orang Amungme.
“Saya sangat kecewa melihat kondisi saat ini, Lemasa dipecah
oleh kepentingan pribadi yang tidak lagi membawa misi mulia pendirinya. Kita
harus hargai perjuangan almarhum Tom Beanal,” ujarnya dalam deklarasi yang
turut dihadiri Ketua MRP Papua Tengah, Agus Anggaibak.
Donatus mengaku bangga karena almarhum mempercayakan estafet
perjuangan Lemasa kepada Menuel Jhon Magal untuk menyatukan kembali Amungme
yang terpecah.
“Kita punya anak muda yang luar biasa, mau melanjutkan
perjuangan almarhum Tom Beanal, yaitu Menuel Jhon Magal,” tambahnya.
Ia pun mengimbau seluruh generasi muda Amungme yang selama
ini berjalan di luar agar kembali bersatu dalam Lemasa versi Musdat.
“Mari kembali masuk ke rumah adat. Jangan ada yang di luar,
kita harus sama-sama berdiskusi, bekerja, dan berjuang bersama,” pesannya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi