SALAM PAPUA (TIMIKA) – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyampaikan bahwa proses perdamaian atas konflik dua kubu yang terjadi di Distrik Kwamki Narama akan dilaksanakan hari ini. Ia menegaskan, terwujudnya perdamaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas pihak.

“Hari ini kita akan melaksanakan kegiatan perdamaian atas konflik yang terjadi di Kwamki Narama. Perdamaian ini adalah hasil kerja keras lintas pihak,” ujar Emanuel Kemong saat memimpin apel gabungan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Senin (12/1/2026).

Kemong menjelaskan, proses mediasi telah berlangsung lebih dari satu pekan dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat dan masyarakat, hingga pemerintah daerah dari wilayah terkait.

“Lebih dari satu minggu kita berupaya mencari solusi. Pemerintah Kabupaten Mimika, Wakil Bupati Puncak, Sekretaris Daerah Puncak beserta jajarannya, TNI-Polri, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat bersatu untuk meredam konflik ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesepakatan damai tersebut akan ditandai dengan prosesi adat berupa patah panah dan belah kayu yang digelar hari ini sebagai simbol komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Nanti akan dilakukan prosesi patah panah dan belah kayu. Kegiatan ini akan dihadiri Forkopimda dan OPD. Perdamaian ini bukan hanya kesepakatan formal, tetapi harus dijaga bersama agar tidak terjadi lagi pertikaian,” tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi