SALAM PAPUA (NABIRE) – Gubernur Papua Tengah Meki
Fritz Nawipa memimpin Apel Gabungan seluruh pegawai di lingkup Pemerintah
Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dan sekaligus sebagai Apel Perdana di awal Tahun
2026, yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Bandara Lama, Nabire, Senin pagi
(5/1/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengatakan bahwa
Apel Gabungan tersebut merupakan memontum penting untuk melakukan refleksi,
evaluasi, dan konsolidasi, khususnya dalam rangka meningkatkan kinerja
penyelenggaraan pemerintahan di Tahun 2026.
“Tahun 2026 merupakan tahun yang sangat strategis bagi
Provinsi Papua Tengah. Tantangan pembangunan semakin kompleks, tuntutan
masyarakat semakin tinggi, serta dinamika sosial, ekonomi, dan tata kelola
pemerintahan menuntut kita untuk bekerja lebih profesional, lebih cepat, dan
lebih berdampak nyata,” ujarnya.
Untuk itu, Gubernur Meki Nawipa menegaskan 5 hal penting untuk
maksud peningkatan kinerja tersebut, yakni:
Pertama, peningkatan disiplin dan integritas aparatur. Setiap
ASN dan Non-ASN harus menjunjung tinggi integritas, etika, serta tanggung jawab
dalam menjalankan tugas. Kehadiran tepat waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan
sikap melayani masyarakat harus menjadi budaya kerja sehari-hari.
Kedua, penguatan kinerja berbasis hasil dan manfaat. Setiap
perangkat daerah wajib menyusun dan melaksanakan program yang terukur, tepat
sasaran, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Papua Tengah,
khususnya di bidang pelayanan dasar, kesejahteraan, dan pembangunan wilayah.
Ketiga, peningkatan kualitas pelayanan publik. Pelayanan
kepada masyarakat harus dilakukan dengan cepat, transparan, dan akuntabel.
Hilangkan pola kerja yang berbelit-belit, tingkatkan koordinasi antar perangkat
daerah, dan manfaatkan teknologi informasi sebagai sarana percepatan pelayanan.
Keempat, penguatan kolaborasi dan sinergi. Tidak ada
perangkat daerah yang dapat bekerja sendiri. Diperlukan kerja sama, komunikasi
yang baik, serta sinergi lintas sektor agar program pembangunan berjalan
efektif dan efisien. Jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mencapai tujuan
bersama.
Dan kelima, peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM
aparatur. Seluruh ASN harus terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan
kompetensi diri. Aparatur yang profesional dan adaptif adalah kunci
keberhasilan pembangunan daerah di masa depan.
“Mari kita bekerja dengan hati, melayani dengan tulus, serta
mengabdi dengan penuh tanggung jawab demi terwujudnya Papua Tengah yang maju,
sejahtera, dan bermartabat,” tutupnya.
Penulis/Editor: Jimmy

