SALAM PAPUA (TIMIKA) – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyampaikan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah pedalaman akan melibatkan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kampung.

Menurutnya, PKK tingkat kampung memiliki jaringan langsung dengan keluarga dan sekolah sehingga dinilai efektif dalam membantu distribusi bahan makanan serta pengelolaan dapur MBG.

“Saat kita rapat itu memang ada usulan agar nantinya pemberian MBG di wilayah pedalaman dapat melibatkan PKK Kampung, agar distribusi bahan makanan dan pengelolaan dapur berjalan lancar,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Kemong menjelaskan, data penerima manfaat MBG mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA. Setiap dapur MBG memiliki kuota sekitar 2.500 hingga 3.000 penerima dengan sistem pelayanan berbasis radius terdekat.

Ia menekankan pentingnya validasi data penerima secara by name by address guna mencegah ketidaksesuaian jumlah maupun potensi temuan administrasi.

“Karena kuotanya ditentukan, maka saya harap jangan sampai datanya 100 tapi fakta penerima 80 ataupun 120 orang. Hal seperti itu bisa jadi temuan,” jelasnya.

Selain itu, pengawasan program akan dilakukan secara berlapis oleh Inspektorat, Kejaksaan, BPKP hingga BPK. Namun demikian, Kemong menegaskan perhatian utama bukan hanya pada aspek administrasi, melainkan juga dampak kesehatan bagi penerima manfaat.

“Yang kita khawatirkan bukan hanya soal administrasi, tapi daya tahan tubuh penerima manfaat. Jangan sampai makanan tidak cocok,” katanya.

Menu MBG, lanjutnya, akan terus dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan gizi dan selera penerima, termasuk menyusun menu yang lebih kreatif bagi anak-anak PAUD agar meningkatkan minat makan.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi