SALAM PAPUA (TIMIKA) – Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) sempat melakukan pemalangan di gerbang jalan masuk Bandara Mozes Kilangin Timika, Provinsi Papua Tengah, Senin (12/1/2026) pagi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Peraturan Daerah (Perda) terkait pembagian saham 10 persen yang dinilai tidak melibatkan FPHS.

Pemalangan dilakukan oleh sekitar 30 orang dan berlangsung kurang dari 30 menit, sekitar pukul 06.00 WIT. Aksi tersebut menyebabkan akses menuju bandara sempat terganggu, namun tidak berdampak pada operasional penerbangan.

Kapolsek Bandara Mozes Kilangin Timika, Ipda Yusran Jaya Milu, membenarkan adanya aksi pemalangan tersebut dan menyatakan bahwa situasi telah kembali normal setelah dilakukan pendekatan persuasif.

“Masalah sudah selesai. Kami sudah berdiskusi dengan mereka sehingga palang dibuka. Intinya FPHS mempertanyakan Perda saham 10 persen karena merasa tidak dilibatkan,” ujar Ipda Yusran.

Ia menjelaskan, perwakilan FPHS sebelumnya telah mendatangi ibu kota Provinsi Papua Tengah di Nabire untuk bertemu gubernur, namun belum menemukan titik temu. FPHS juga mengaku telah melaporkan persoalan tersebut ke Polda Papua Tengah, namun belum mendapat respons yang diharapkan.

“Menurut mereka, pemalangan bandara akan menarik perhatian karena dampaknya langsung terasa luas,” jelas Yusran.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tidak boleh dilakukan dengan cara mengganggu objek vital nasional, termasuk bandara.

“Kami sampaikan dengan tegas bahwa bandara tidak boleh dipalang. Aspirasi bisa disampaikan melalui jalur yang benar, seperti DPRD, Bupati, atau Wakil Bupati,” tegasnya.

Yusran menambahkan, pihak FPHS sempat menyampaikan rencana akan kembali melakukan aksi serupa jika tidak ada penyelesaian dari pemerintah. Namun kepolisian telah mengarahkan agar persoalan tersebut ditempuh melalui mekanisme mediasi resmi.

“Saat ini kondisi Bandara Mozes Kilangin aman dan aktivitas berjalan normal. Anggota kepolisian masih disiagakan di pintu masuk bandara untuk memastikan keamanan,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi