SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Rizal Ubra menyatakan bahwa angka kasus malaria sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan signifikan.

Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan Mimika berhasil melakukan sekitar 1 juta tes malaria. Dari jumlah tersebut, rata-rata kasus positif di masing-masing Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya tercatat sebesar 15 persen. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 22 persen.

“Ini menjadi indikator bahwa upaya pengendalian malaria mulai menunjukkan hasil yang membaik,” ungkap Reynold, Rabu (25/2/2026).

Meski demikian, sejak Januari 2026 Dinas Kesehatan Mimika menargetkan peningkatan pemeriksaan malaria hingga dua kali lipat, yakni mencapai 2 juta tes. Target tersebut bertujuan memperkuat deteksi dini serta memastikan setiap kasus dapat segera ditangani sesuai standar pengobatan.

Distribusi obat malaria juga dilakukan secara merata ke seluruh fasilitas kesehatan, termasuk fasilitas kesehatan swasta, agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan deteksi dan pengobatan.

Selain malaria, penyakit tuberkulosis (TB) menjadi perhatian serius pada 2026. Target deteksi TB dinaikkan hingga tiga kali lipat, dengan sasaran sekitar 50 ribu pemeriksaan.

Sebelumnya, dari sekitar 15 ribu pemeriksaan, ditemukan lebih dari 2 ribu kasus TB. Tingginya angka temuan tersebut menunjukkan bahwa TB masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan daerah.

Dari sisi pengobatan, tingkat keberhasilan (success rate) pengobatan TB secara nasional ditargetkan minimal 95 persen. Sementara target Mimika pada 2025 sebesar 78 persen, dengan capaian 76,6 persen.

Dinas Kesehatan juga meningkatkan upaya terapi pencegahan TB, khususnya bagi anak-anak di bawah 15 tahun yang tinggal serumah dengan pasien TB. Kelompok ini dinilai berisiko tinggi tertular sehingga perlu perlindungan melalui deteksi dan pengobatan pencegahan sesuai standar.

“Langkah ini diharapkan mampu mempercepat diagnosis dan pengobatan, sekaligus memutus rantai penularan lebih dini,” tutupnya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi