SALAM PAPUA (JAKARTA) – Direktur Utama Perum LKBN ANTARA,
Benny Siga Butarbutar, menegaskan bahwa seorang wartawan harus menerapkan
prinsip “BMW” dalam menjalani profesinya. Hal itu disampaikannya saat ditemui
di Kantor ANTARA, Selasa (10/2/2026).
Menurut Benny, BMW merupakan akronim dari Bergaul, Membaca,
dan Wisata (traveling) yang menjadi fondasi penting dalam membangun kapasitas
seorang jurnalis.
“B adalah bergaul, karena dengan bergaul kita menemukan cara
berkomunikasi dalam dunia yang semakin kompleks. M adalah membaca, sebab dengan
banyak membaca kita mampu membangun narasi yang kuat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa narasi merupakan kekuatan utama seorang
wartawan. “Narasi itu penting. You are what you say, you are what you do, and
you are what you eat,” kata Benny.
Sementara itu, W berarti wisata atau traveling. Menurutnya,
pengalaman perjalanan akan memperkaya perspektif seorang jurnalis dalam melihat
persoalan secara komparatif sehingga mampu menawarkan solusi.
“Dengan traveling, kamu punya kemampuan membandingkan. Dari
situ lahir solusi,” tambahnya.
Benny juga menegaskan bahwa wartawan adalah penjaga
kebenaran atau the truth guardian yang harus mempertahankan kebenaran dalam
situasi apa pun.
“Seorang wartawan adalah pembela dan penjaga kebenaran.
Harus siap mempertahankannya, bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun,”
tegasnya.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga tanggung jawab sosial
serta menunjukkan keunggulan dalam bidang peliputan, terutama reporting dan
investigasi. Menurutnya, wartawan harus unggul dalam menyusun sound bite dan
memiliki ketepatan dalam merangkai kata.
“Menulis itu soal kepedulian dan keunggulan. Seperti kata
Frans Seda, menulis itu seperti untuk Tuhan. Kalau untuk Tuhan, maka harus
excellent as a creator,” ujarnya.
Benny juga berbagi pengalamannya saat membenahi maskapai
Citilink. Ia mengatakan, Citilink tidak sekadar menghubungkan kota-kota, tetapi
juga harus menghubungkan hati.
“Kita ini manusia. We are human and we should be connected
by heart,” katanya.
Ia mengaitkan hal itu dengan konsep Aristoteles tentang
etos, patos, dan logos kredibilitas, empati, dan logika yang menurutnya harus
dimiliki setiap wartawan dalam menyampaikan informasi.
“Apakah kita punya kredibilitas? Apakah kita punya rasa
empati? Apakah argumen kita bisa diterima secara logis? Itu penting,” paparnya.
Di akhir penyampaiannya, Benny kembali mengingatkan bahwa
menjadi wartawan bukanlah profesi yang mudah.
“Jangan lupa terapkan BMW dalam menjalani profesi sebagai
wartawan,” pungkasnya.
Penulis/Editor: Sianturi

