SALAM PAPUA (TIMIKA) – Festival Pasar Imlek 2026 resmi
dibuka oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, di Jalan Budi Utomo, Minggu
(15/2/2026). Kegiatan yang digelar oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa
Indonesia (PSMTI) Mimika ini mengusung tema “Harmoni Nusantara Cahaya Imlek”.
Festival yang berlangsung pada 15–17 Februari 2026 tersebut
menjadi wadah pertemuan lintas etnis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi
lokal melalui partisipasi 38 stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),
bazar, serta pertunjukan budaya.
Dalam sambutannya, Bupati Mimika, Johannes Rettob,
menegaskan bahwa Festival Pasar Imlek menjadi simbol pembuka harmoni di tahun
2026. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan kebersamaan antar suku dan agama di
Kabupaten Mimika.
“Hari ini adalah kesempatan untuk merayakan keberagaman
budaya, memperkuat persatuan, dan menunjukkan rasa bangga sebagai bangsa.
Banyak momentum keagamaan tahun ini, mulai dari Imlek, Ramadan dan Idul Fitri,
Pra-Paskah hingga Nyepi. Ini benar-benar tahun harmoni yang menunjukkan
keharmonisan kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PSMTI Mimika atas
terselenggaranya festival tersebut. Johannes berharap perayaan Imlek ini
membawa kebahagiaan, keharmonisan, dan kedamaian bagi seluruh masyarakat.
“Terima kasih kepada PSMTI yang telah menggelar festival
Imlek ini. Mari kita semua berdoa dan bersyukur kepada Tuhan sesuai dengan iman
dan keyakinan masing-masing, agar Mimika menjadi daerah yang aman dan bahagia,”
harapnya.
Sementara itu, Ketua PSMTI Mimika, Ir. Rusli Gunawan,
mengatakan bahwa Festival Pasar Imlek merupakan bagian dari tradisi budaya
Tionghoa dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek.
“Tahun ini adalah Shio Kuda Api. Semoga membawa kemakmuran,
kesejahteraan, keselamatan, kesehatan, dan keberuntungan menjelang Hari Imlek
pada 17 Februari nanti,” ucapnya.
Rusli menambahkan, rangkaian perayaan akan dilanjutkan
dengan Cap Go Meh pada 3 Maret mendatang dengan melibatkan tokoh agama dan
paguyuban lainnya.
Ke depan, pihaknya bersama Kesbangpol dan berbagai paguyuban
berencana menggelar Pasar Raya guna menarik minat wisatawan berkunjung ke
Timika.
“Kami berharap kolaborasi dan kebersamaan ini terus
terjalin, menghadirkan nuansa harmoni antarumat beragama dan antar suku di
Kabupaten Mimika. Ke depan bersama paguyuban lain, kita ingin membuat pasar
raya untuk menarik wisatawan ke sini,” pungkas Rusli.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

