SALAM PAPUA (NABIRE) – Gubernur Meki Frits Nawipa melantik
dan mengambil sumpah/janji jabatan pejabat administrasi dan pejabat pengawas di
lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Jumat (13/2/2026).
Prosesi pelantikan berlangsung di Ballroom, kawasan bandara
lama Nabire, dan dihadiri jajaran pejabat serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa jabatan dalam
pemerintahan bukanlah hak setiap orang, melainkan anugerah Tuhan yang harus
disyukuri serta dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Tidak mungkin semua orang dapat kepala dinas, tidak mungkin
semua orang dapat sekretaris, tidak mungkin juga semua orang dapat kepala
bidang atau kepala seksi. Ini hanya anugerah Tuhan. Kita mengucap syukur dan
kita akan bekerja,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan masih terdapat beberapa dinas yang
sedang menyelesaikan proses administrasi, termasuk SKUK. Pelantikan lanjutan
akan segera dilakukan agar seluruh perangkat pemerintahan dapat bekerja secara
maksimal.
“Kerja bareng, kerja cerdas untuk mewujudkan hari esok harus
lebih baik daripada hari ini,” tegasnya.
Gubernur menekankan pentingnya keadilan dan kualitas
kepemimpinan dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, seorang pemimpin
memiliki pengaruh besar terhadap bawahannya.
“Khusus dari kepala, kalau kepala rusak, siapa yang dibawa
rusak. Maka itu kepala harus baik, supaya yang dibawa juga harus baik,”
katanya.
Ia mengingatkan para pejabat agar tidak terlibat konflik,
baik karena jabatan maupun persoalan materi. Rezeki, menurutnya, akan mengalir
kepada mereka yang bekerja dengan jujur dan benar.
“Tidak usah bertengkar karena uang. Bekerja yang baik,
bekerja yang cerdas, bekerja yang jujur, dan berdoa sebelum bekerja supaya
Tuhan tolong provinsi ini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dalam arahannya, Gubernur juga menegaskan pentingnya
koordinasi dan tata kelola pemerintahan yang jelas dari tingkat gubernur hingga
kepala seksi.
“Saya akan membuat tata kelola yang lebih jelas. Kita saling
menjaga dan saling mengawal supaya pemerintah ini berjalan dengan baik,”
jelasnya.
Terkait komposisi jabatan, Gubernur menyebutkan 70 persen
diisi oleh Orang Asli Papua dan 30 persen dari luar Papua. Menurutnya, proses
tersebut dilakukan secara terbuka dan transparan.
“Di provinsi baru, tidak ada yang perlu disembunyikan. Semua
transparansi kita buka,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Gubernur mengajak seluruh jajaran untuk
terus bekerja dengan sungguh-sungguh demi meletakkan fondasi yang kuat bagi
kemajuan Papua Tengah, khususnya di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi

