SALAM PAPUA (NABIRE) – Sekolah Tinggi Teologia (STT) Yusuf
Makai Nabire menggelar rapat senat terbuka dalam rangka wisuda Sarjana (S1)
terhadap 15 mahasiswa dan mahasiswi, Selasa (3/2/2026) pagi.
Wisuda yang berlangsung di SP I, Distrik Nabire Barat,
Kabupaten Nabire, Papua Tengah, tersebut meluluskan mahasiswa dari Program
Studi S1 Teologi (S.Th) dan S1 Pendidikan Agama Kristen (S.Pd).
Pantauan media ini, rapat senat terbuka dihadiri perwakilan
Gubernur Papua Tengah yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum, Dr.
Zakarias Marey, S.Sos., MT, perwakilan Bupati Nabire yang diwakili Kepala Dinas
PUPR Kabupaten Nabire, Martinus Makai, pimpinan STT Yusuf Makai, para orang tua
wisudawan, serta undangan lainnya.
Ketua STT Yusuf Makai Nabire, Pdt. Misal Magai, S.Th.,
M.Th., dalam sambutannya mengatakan wisuda merupakan momentum penting yang
menandai puncak perjalanan akademik sekaligus awal dari tanggung jawab
profesional yang lebih besar bagi para lulusan.
“Wisuda ini bukan hanya keberhasilan akademik, tetapi juga
simbol transformasi diri. Para lulusan diharapkan memiliki kemampuan berpikir
kritis, keterampilan praktis, serta nilai-nilai profesionalisme sebagai bekal
memasuki dunia kerja, pelayanan, maupun melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, wisuda kali ini memiliki makna istimewa
karena untuk pertama kalinya STT Yusuf Makai meluluskan Sarjana Teologi dan
Sarjana Pendidikan Agama Kristen, yang menjadi tonggak sejarah kontribusi
kampus dalam pengembangan sumber daya manusia di Papua Tengah.
“Capaian ini sekaligus menegaskan mutu dan kelayakan program
pendidikan STT Yusuf Makai yang telah memperoleh akreditasi baik,” kata Misal
Magai.
Menurutnya, kelulusan 15 wisudawan dan wisudawati merupakan
hasil kerja keras, ketekunan, dan komitmen selama menjalani proses akademik,
serta menjadi kebanggaan bagi keluarga dan civitas akademika.
Ia berharap para lulusan terus mengembangkan potensi diri,
mempraktikkan nilai-nilai profesionalisme, serta berkontribusi nyata dalam
pelayanan dan dunia kerja, termasuk memiliki semangat kreativitas, inovasi, dan
kewirausahaan di tengah tantangan global dan transformasi digital.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Bupati Nabire,
Martinus Makai, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan, dosen, dan seluruh
civitas akademika STT Yusuf Makai atas terselenggaranya wisuda tersebut.
“Wisuda ini merupakan tonggak sejarah penting dalam
perjalanan STT Yusuf Makai membangun sumber daya manusia yang beriman, berilmu,
dan berkarakter,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa gelar sarjana yang diraih bukanlah akhir
dari perjuangan, melainkan awal pengabdian nyata di tengah masyarakat.
“Ilmu teologi yang diperoleh hendaknya menjadi terang dan
berkat, tidak hanya di mimbar gereja, tetapi juga dalam kehidupan sosial
masyarakat yang majemuk dan penuh tantangan,” katanya.
Martinus Makai menambahkan, Pemerintah Kabupaten Nabire
memandang lembaga pendidikan teologi sebagai mitra strategis dalam pembangunan
manusia seutuhnya, khususnya dalam pembentukan moral, etika, dan spiritual
masyarakat.
“Oleh karena itu, kami mendorong STT Yusuf Makai terus
meningkatkan kualitas pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat
agar selaras dengan kebutuhan zaman,” tutupnya.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi

