SALAM PAPUA (TIMIKA) - Yayasan Pemberdayaan
Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bersama Yayasan Rumsram sedang mendorong
Mimika menuju status Kabupaten Open Defecation Free (ODF) dengan target tahun
2027.
Hal ini dilakukan melalui coaching pelatihan fasilitator
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kampung, yang dilaksanakan di
Ballroom Hotel 66 Cenderawasih Timika, Selasa (10/2/2026).
Pelatihan ini melibatkan beberapa Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) Pemkab Mimika yang juga memiliki program STBM, seperti Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pihak program Kampung Sehat
lainnya.
Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program YPMAK, Feri Magai
Uamang mengungkapkan, permasalahan STBM di wilayah pedalaman ini merupakan
tantangan yang cukup berat, mengingat kebiasaan masyarakat terkait penggunaan
WC masih cukup rendah.
“Kami lembaga yang berfokus kepada penanganan masyarakat di
wilayah pedalaman, dan jelas ini pastinya membutuhkan waktu yang cukup panjang
dan perlu adanya koordinasi bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program yang dilakukan Yayasan Rumsram
tentunya tidak langsung menyelesaikan permasalahan, namun pasti dapat
memberikan perubahan pada perilaku masyarakat.
“Kami yakin pengalaman Yayasan Rumsram terkait sanitasi ini
tentunya sangat bermanfaat dalam program ini. Mungkin permasalahan ini tidak
langsung tuntas, tapi kami harap bisa memberikan solusi terbaik bagi
masyarakat,” jelas Feri.
Sementara itu, Direktur Yayasan Rumsram, Ishak Matarihi
mengatakan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan YPMAK sejak tahun 2023 dan
telah beberapa kali melakukan program sanitasi di wilayah Papua, salah satunya
di Nabire hingga di Paniai, bahkan di Biak yang telah menjadi Kabupaten ODF.
“Pekerjaan sanitasi ini memang sedikit rumit namun apabila
kita bekerja bersama maka perubahan akan tercapai, yang terpenting koordinasi
bersama pihak kampung harus dilakukan agar semua program dapat berjalan lancar.
Kami sangat berterima kasih kepada YPMAK yang memercayakan kami dalam program
Kampung Sehat. Kami sangat berkomitmen untuk mendorong Mimika menjadi Kabupaten
ODF yang kedua di Papua,” ungkapnya.
Ia juga berharap dengan adanya dukungan OPD, dapat saling
bersinergi untuk mewujudkan target ODF di Mimika, sebab pencapaian ini bukan
hanya tanggung jawab pemerintah namun tanggung jawab bersama dalam peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
“Dalam pelatihan ini kita tekankan bagaimana kolaborasi ini
dapat ditingkatkan, sehingga pekerjaan sanitasi ini bukan hanya tanggung jawab
pemerintah namun tanggung jawab kita bersama. Karena kita bukan hanya melayani
satu kampung di Mimika namun sekitar 16 kampung,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy

