SALAM PAPUA (TIMIKA) – Prestasi membanggakan kembali
ditorehkan siswa SMP Taruna Papua Timika. Tim Olimpiade Penelitian Siswa
Indonesia (OPSI) sekolah tersebut berhasil lolos seleksi proposal tingkat
nasional OPSI 2026 jenjang SMP yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional
(Puspresnas) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik
Indonesia.
Dua siswa yang mewakili sekolah itu yakni Deri Janampa
(Kelas 8) dan Jimmy Rob Omabak (Kelas 7). Keduanya merupakan peserta didik
binaan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Keberhasilan mereka berawal dari keresahan sehari-hari di
lingkungan Asrama Taruna Papua, di mana jemuran pakaian sering basah akibat
hujan yang turun secara tiba-tiba. Dari persoalan sederhana itu, keduanya
menghadirkan solusi inovatif berupa sistem Raindrop Detection Module berbasis
Internet of Things (IoT).
Teknologi tersebut memungkinkan pendeteksian hujan secara
real-time. Saat sensor mendeteksi tetesan air, sistem otomatis mengaktifkan
penggerak mekanik untuk melindungi jemuran dari hujan.
Dengan adanya alat tersebut, para siswa di asrama dapat
lebih fokus belajar tanpa perlu khawatir pakaian yang dijemur kehujanan saat
cuaca berubah mendadak.
Secara teknis, sistem ini dibangun menggunakan sejumlah
komponen modern seperti sensor hujan (raindrop sensor), mikrokontroler
ESP8266/ESP32, modul Wi-Fi, rangka mekanik, serta motor servo sebagai
penggerak. Selain itu, tersedia dashboard notifikasi berbasis IoT yang
memungkinkan pemantauan status jemuran dari jarak jauh.
Penggunaan teknologi ini bukan hanya menjadi solusi praktis,
tetapi juga sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami penerapan sensor dan
otomatisasi sejak dini.
Hal tersebut sejalan dengan upaya peningkatan literasi
teknologi di lingkungan pendidikan yang didukung penuh oleh YPMAK selaku
pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia.
Kepala SMP Taruna Papua, Sonianto Kuddi, menyampaikan rasa
bangga atas capaian peserta didiknya. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi
bukti bahwa anak-anak Papua memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan
inovatif yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Ini adalah hasil kolaborasi yang baik antara guru
pembimbing, pembina asrama, dan seluruh warga sekolah. Terima kasih kepada
YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PTFI yang mendukung penuh pelaksanaan
pendidikan bermutu di SATP,” ujar Sonianto, Kamis (23/4/2026).
Senada dengan itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP
Taruna Papua sekaligus Kepala UPT Pusat Prestasi, Elpianus Paat, menekankan
pentingnya pengalaman tersebut sebagai bekal masa depan bagi siswa.
“Pelaksanaan OPSI ini menjadi kesempatan berharga bagi
anak-anak SATP untuk menyalurkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan
asrama. Kami berharap tim OPSI terus bersemangat dan menjadikan pengalaman ini
sebagai langkah mencetak generasi unggul Papua. Terima kasih yang tulus kami
sampaikan kepada YPMAK atas dukungan yang senantiasa diberikan,” pungkasnya.
Keberhasilan Deri dan Jimmy menjadi bukti bahwa keterbatasan
bukanlah penghalang untuk berinovasi. Dukungan dan doa kini mengalir agar
keduanya mampu meraih hasil terbaik pada babak final tingkat nasional,
sekaligus mengharumkan nama Papua di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi


