SALAM PAPUA (NABIRE) - Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan korban tewas dan luka-luka dalam insiden di Kabupaten Puncak  pada sejumlah kampung di Distrik Kembru, Selasa (14/4/2026).

Gubernur Nawipa mengaku telah membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta Kementerian Dalam Negeri guna mencari solusi terbaik atas situasi yang terjadi di lapangan.

“Saya sudah komunikasi dengan Menko Polhukam, sudah diskusi dengan Mendagri untuk bagaimana saya bisa audiensi. Kita mencari supaya korban-korban yang ada di sana bisa kita lakukan itu sambil satu dua hari ini akan ada tim terpadu,” kata Nawipa, Jumat (17/4/2026).

Ia menegaskan, penanganan situasi di Puncak harus mengedepankan profesionalisme dan langkah yang tepat sasaran, disertai pendekatan humanis agar tidak menimbulkan dampak emosional berkepanjangan bagi keluarga korban.

“Kita mengedepankan bagaimana humanis, diplomasi humanis. Ini yang akan diperjuangkan oleh kami di provinsi,” ujarnya.

Menurut Nawipa, pemerintah daerah juga telah menetapkan status tanggap darurat melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Puncak dan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, mengingat lokasi kejadian berada di wilayah perbatasan kedua daerah tersebut.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, akan menyalurkan bantuan logistik untuk membantu masyarakat terdampak serta meringankan beban di lapangan.

“Status tanggap darurat dibuat oleh Pemkab Puncak dengan Puncak Jaya. Ini terjadi di Kabupaten Puncak, akan tetapi berbatasan langsung dengan Kabupaten Puncak Jaya. Setelah itu kita akan bantu tenda. Kita akan bantu semua hal untuk bagaimana meringankan beban ini,” pungkasnya.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi