SALAM PAPUA (TIMIKA) – Antrean panjang kendaraan di SPBU
Nawaripi, Timika, pada 11 Mei 2026 dipicu gangguan teknis pada sistem
digitalisasi perangkat milik Pertamina.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua
Tengah, Junaedi Kala mengatakan, antrean terjadi karena SPBU baru kembali
menjalankan penjualan setelah mengalami kendala pada perangkat digitalisasi.
“Untuk antrean pada SPBU di Nawaripi Timika kemarin
diakibatkan kami baru mulai menjalankan penjualan. Kemarin itu kami ada kendala
pada digitalisasi di perangkat SPBU,” ujarnya saat dihubungi, Selasa
(12/5/2026).
Meski demikian, Junaedi memastikan gangguan tersebut kini
telah berhasil diatasi sehingga penjualan Biosolar kembali berjalan normal.
“Untuk kendala sudah solved ya, sudah bisa mulai penjualan
Biosolar,” jelasnya.
Terkait ketersediaan stok BBM, ia menegaskan bahwa stok
Biosolar di Timika dalam kondisi aman. Bahkan, beberapa hari sebelumnya telah
ada kapal yang sandar untuk menambah pasokan BBM di wilayah tersebut.
Menurutnya, stok Biosolar yang tersedia saat ini
diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 hari ke depan.
“Stok kita aman ya, stok di Jobber sekitar 3.000 KL untuk
Biosolar. Jadi stok ini aman sampai 10 hari ke depan,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

