SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten Mimika mencatat realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga Mei 2026 baru mencapai 10,11 persen atau sekitar Rp500 miliar dari total APBD sebesar Rp5,6 triliun.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Tappi Mallisa, mengatakan capaian tersebut berdasarkan data per 5 Mei 2026.

“Per 5 Mei realisasi penyerapan APBD kita sudah mencapai 10,11 persen sekitar Rp500 miliar. Pada saat kita rilis di bulan Maret itu hanya 2,5 persen, karena ada belanja yang sudah terealisasi namun belum terekam di SPID,” ujar Marthen saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, angka realisasi tersebut masih akan terus bertambah seiring proses perekaman kegiatan dan pembayaran yang berjalan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia menjelaskan, beberapa kegiatan rutin pemerintah termasuk belanja pegawai dan belanja operasional sudah mulai berjalan sehingga turut mendorong peningkatan serapan anggaran.

Meski demikian, Marthen mengakui realisasi penyerapan APBD tahun ini masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Mei 2025 lalu, serapan anggaran disebut telah mencapai sekitar 20 persen.

“Seharusnya penyerapan ini bisa mencapai 20 persen, tapi karena lambatnya kegiatan yang belum berkontrak dan juga belanja barang dan jasa yang belum berjalan, yang masih dalam tahapan persiapan kontrak dan persiapan lelang,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah telah meminta seluruh pimpinan OPD segera mempercepat proses pelelangan, terutama untuk kegiatan fisik, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).

Dengan percepatan tersebut, pihak ketiga yang memenangkan tender proyek fisik diharapkan dapat segera menerima pembayaran uang muka pekerjaan sehingga pelaksanaan proyek bisa dimulai.

“Untuk pembayaran uang muka juga belum ada, karena memang belum ada kegiatan yang jalan. Yang saya lihat ini realisasinya masih belanja operasi, sedangkan untuk belanja modal masih sangat minim,” pungkas Marthen.

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap percepatan proses kontrak dan lelang dapat meningkatkan realisasi APBD dalam beberapa bulan ke depan sehingga pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat berjalan optimal.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi