SALAM PAPUA (NABIRE) – Tangis dan isak keluarga mengiringi pemakaman 11 korban kebakaran maut di kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, yang dimakamkan secara kolektif di Pemakaman Baru Samabusa, Kabupaten Nabire, Rabu (9/9/2026).
Sebelum dimakamkan, seluruh korban yang mengalami luka bakar parah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua Tengah melalui pemeriksaan post mortem.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, mengatakan proses identifikasi terhadap 11 jenazah berjalan lancar hingga seluruh korban berhasil dikenali dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Tim DVI telah melakukan pemeriksaan post mortem terhadap 11 jenazah korban kebakaran. Kegiatan berjalan lancar sehingga berhasil mengidentifikasi identitas masing-masing korban yang mengalami luka bakar di atas 80 persen,” kata Henry.
Ia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan sejumlah karakteristik korban, mulai dari ciri fisik, usia, tinggi badan, pemeriksaan gigi, hingga barang atau properti yang ditemukan pada korban.
Sebelas korban yang berhasil diidentifikasi yakni Najamuddin (70), Wandi (36), Hasyim (30), Rizka Falma (28) yang merupakan istri Hasyim, Herlina (30) yang merupakan istri Wandi, serta enam anak.
Enam anak tersebut yakni Aska (9), Abie (6), dan Adit (5) yang merupakan anak Wandi, serta Ardi (9), Icha (6), dan Ai Yusuf (2) yang merupakan anak Hasyim.
Kapolres Paniai AKBP Roycke Hendrik Fransico Betaubun mengatakan, setelah proses identifikasi selesai, seluruh jenazah langsung diberangkatkan menuju Kabupaten Nabire dengan pengawalan personel kepolisian.
“Jadi tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIT dengan pengawalan personel kita, jenazah tiba di Kabupaten Nabire dan disemayamkan serta disholatkan di salah satu masjid di Samabusa. Lalu tadi pukul 11.15 WIT dilakukan pemakaman, seluruhnya dimakamkan dalam satu liang lahat,” ujar Betaubun.
Sebelum dimakamkan, seluruh jenazah sempat disemayamkan dan disholatkan di salah satu masjid di wilayah Samabusa. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Pemakaman Baru Samabusa untuk dimakamkan dalam satu liang lahat.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga, kerabat, serta masyarakat setempat. Suasana duka menyelimuti prosesi tersebut, terlebih enam dari 11 korban merupakan anak-anak.
“Tadi proses pemakaman berjalan dengan lancar dan seluruh rangkaian dapat dilaksanakan dengan baik. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, termasuk keluarga dan masyarakat yang turut mengawal proses pemakaman. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.
Kebakaran maut tersebut terjadi di kawasan Pasar Kampung Bapouda sekitar pukul 00.25 WIT, Selasa (8/9/2026) dini hari. Kobaran api dengan cepat meluas karena bangunan rumah dan kios di lokasi kejadian berdempetan.
Sedikitnya 48 rumah dan kios dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Kebakaran itu menyebabkan 11 orang meninggal dunia, termasuk enam anak-anak.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan fakta dan penyebab pasti di balik peristiwa yang menewaskan 11 warga tersebut.
Identifikasi oleh Tim DVI menjadi bagian penting dalam penanganan pascakebakaran untuk memastikan seluruh korban dapat dipulangkan kepada keluarga dan dimakamkan secara layak.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi