Bupati Yoas Beon Minta Dukungan DPR RI Percepat Pengaspalan Jalan Nduga Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, S.IP bersama jajarannya ketika mengunjungi Jalan Krepkuri di Kenyam, Nduga dengan latar belakang dari arah jalan Kenyam pada Sabtu (12/9/2026)(Salampapua.com/Elea Worom)

Bupati Yoas Beon Minta Dukungan DPR RI Percepat Pengaspalan Jalan Nduga

SALAM PAPUA (KENYAM) – Bupati Nduga Yoas Beon, S.IP., meminta dukungan Komisi V DPR RI untuk mempercepat pembangunan dan pengaspalan ruas jalan yang menghubungkan Distrik Krepkuri dan Mumugu di Kabupaten Nduga.

Permintaan tersebut disampaikan Yoas saat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Nduga meninjau sejumlah lokasi pembangunan infrastruktur, termasuk ruas jalan di kawasan Tua Batu, Kampung Krepkuri, Distrik Krepkuri, Nduga, Sabtu (12/9/2026).

Saat berada di lokasi, Yoas mengatakan pembangunan ruas jalan tersebut telah dilakukan sebelumnya melalui program Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) pada 2016. Saat ini, Pemkab Nduga kembali melakukan pembersihan dan membuka jalur yang sebelumnya telah tertutup vegetasi.

Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, S.IP bersama jajarannya ketika mengunjungi Jalan Krepkuri di Kenyam, Nduga dengan latar belakang alat berat yang sedang meraktakan jalan pada Sabtu (12/9/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, S.IP bersama jajarannya ketika mengunjungi Jalan Krepkuri di Kenyam, Nduga dengan latar belakang alat berat yang sedang meraktakan jalan pada Sabtu (12/9/2026)(Salampapua.com/Elea Worom)

“Hari ini kami ada di Jalan Krepkuri Nduga dan Mumugu. Saat ini kami sudah berada di kilometer ke-23 yang sudah dilakukan pembersihan. Anggaran ini sebenarnya sudah dikerjakan oleh UP4B pada 2016 lalu. Dari tahun 2016 itu sudah pernah dikerjakan dan timbunan dasar sudah ada,” ujar Yoas.

Menurutnya, pihaknya telah menyusuri sekitar 23 kilometer ruas jalan tersebut. Sebagian kondisi jalan masih normal, meski terdapat sejumlah titik yang mengalami penumpukan material dan perlu dibersihkan kembali.

“Kondisi sebagian jalan masih normal dan memang ada beberapa titik yang tebal, dan itu yang kita bersihkan,” katanya.

Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, S.IP bersama jajarannya ketika mengunjungi Jalan Krepkuri di Kenyam, Nduga pada Sabtu (12/9/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, S.IP bersama jajarannya ketika mengunjungi Jalan Krepkuri di Kenyam, Nduga pada Sabtu (12/9/2026)(Salampapua.com/Elea Worom)

Yoas berharap pekerjaan pengaspalan dapat ditingkatkan selama musim kemarau. Menurutnya, pekerjaan akan lebih sulit dilakukan ketika musim hujan karena kondisi tanah menjadi lebih basah dan berisiko, yang juga dapat meningkatkan biaya pembangunan.

“Namun jika kita bekerja pada saat musim kemarau atau kekeringan, risiko biaya itu sangat kecil sekali karena struktur tanahnya sudah keras dan landasan yang sudah dibangun UP4B masih keras,” jelasnya.

Karena itu, Yoas meminta dukungan pemerintah pusat, khususnya Komisi V DPR RI, untuk mempercepat pembangunan dan pengaspalan ruas jalan tersebut.

“Kami membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat, dalam hal ini terutama Bapak Robert yang memimpin Komisi V DPR RI agar memperhatikan kita dan mempercepat pembangunan jalan ini,” ujarnya.

Yoas mengatakan ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Nduga. Menurutnya, berbagai pembangunan dan distribusi kebutuhan masyarakat sangat bergantung pada akses jalan tersebut.

Ia menjelaskan ruas tersebut merupakan bagian dari jaringan jalan nasional yang direncanakan menghubungkan Wamena, Habema, Kenyam hingga Mumugu. Kawasan Mumugu juga direncanakan menjadi lokasi pembangunan pelabuhan induk di kawasan pegunungan.

Jalur tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi salah satu penghubung Kabupaten Nduga dengan wilayah lain di Provinsi Papua Pegunungan.

“Sekali lagi kami memohon dari pemerintah pusat, terutama dari Komisi V DPR RI, agar mendengar suara kami. Kami meminta dukungan supaya dalam waktu yang singkat dapat diberikan dukungan untuk pengaspalan jalan ini,” harapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Yoas juga menunjukkan sejumlah alat berat yang sedang digunakan untuk membuka kembali jalur yang sebelumnya telah dikerjakan UP4B. Jalur tersebut sempat kembali tertutup vegetasi, namun bagian dasar jalan masih memiliki struktur tanah yang keras.

“Di belakang kita ini sudah ada mobil dan begitu kita bersihkan, mobil sudah bisa jalan, padahal sebelah kiri kanan kita rawa. Jadi kalau orang menginjak, saya bisa molo (tenggelam) di dalam. Ini karena pernah dibuat dan landasan di dalam keras sehingga ketika sudah dibersihkan, mobil sudah bisa masuk,” katanya.

Ia menambahkan, apabila pekerjaan dapat terus dilanjutkan, pembukaan akses jalan tersebut dapat dilakukan secara bertahap.

“Sementara kalau pekerja bisa kerja lagi, kita bisa maju lagi. Sehingga kami mohon dukungan lagi dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Penulis/Editor: Sianturi