SALAM PAPUA (TIMIKA) – Harga telur ayam jumbo produksi peternak lokal di Timika mencapai Rp 80.000 per rak, sementara telur ukuran kecil dijual seharga Rp 75.000 per krat.

Salah satu pedagang telur lokal di Timika, Bens, menyebutkan bahwa harga tersebut sudah naik sejak sebelum Idulfitri, bahkan cenderung meningkat sejak pandemi COVID-19.

“Sejak pandemi Covid-19, harga telur terus naik. Sekarang, telur ukuran jumbo tembus Rp 80 ribu per rak, sedangkan ukuran kecil Rp 75 ribu,” ujarnya, Kamis (3/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa telur ayam jumbo dibeli dari peternak dengan harga Rp 75.000 per rak, kemudian dijual kepada pedagang eceran seharga Rp 80.000. Akibatnya, harga di tingkat eceran juga lebih tinggi agar pedagang tetap memperoleh keuntungan.

“Biasanya pedagang eceran menjual satu butir telur seharga Rp 3.000. Jadi mereka mengambil keuntungan sekitar Rp 10 ribu per rak karena harga dasarnya memang sudah tinggi,” jelasnya.

Harga ini dianggap cukup mahal dan memberatkan konsumen. Oleh karena itu, masyarakat berharap ada langkah dari pemerintah untuk menstabilkan harga telur.

“Kenaikan harga ini dipicu oleh mahalnya harga pakan ayam. Tiga hari lalu, harga pakan ayam petelur ukuran 50 kg mencapai Rp 420.000,” tambahnya.

Sementara itu, seorang karyawan toko pakan hewan mengungkapkan bahwa saat ini harga pakan ayam ukuran 50 kg dijual seharga Rp 405.000, dengan harga eceran Rp 12.000 per kilogram.

“Saya kurang tahu pasti penyebab kenaikannya, mungkin karena biaya pengiriman dari luar Timika cukup tinggi,” ujar karyawan yang enggan disebutkan namanya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi