SALAM PAPUA (TIMIKA)- Efek sambung rambut bukan sekadar membuat rambut terlihat lebih tebal dan panjang. Di balik hasil yang tampak mengagumkan, perawatan ini juga dapat menimbulkan berbagai risiko bagi rambut dan kulit kepala, khususnya jika tidak dilakukan atau dirawat dengan benar.

Sambung rambut atau hair extension semakin populer seiring dengan tren kecantikan yang terus berkembang. Perawatan ini melibatkan penambahan helai rambut sintetis atau alami ke rambut asli dengan teknik tertentu, seperti clip-in, tape, atau bonding.

Namun, efek sambung rambut sering kali terabaikan karena hanya fokus pada hasil instan yang ditawarkan. Padahal, penggunaan rambut sambungan dalam jangka panjang tanpa perawatan yang tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah rambut dan kulit kepala.

Efek Sambung Rambut yang Sering Terjadi

Efek sambung rambut bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari teknik pemasangan, jenis bahan, serta kondisi kesehatan rambut dan kulit kepala. Berikut adalah beberapa efek sambung rambut yang paling sering dialami:

1. Kerontokan rambut

Efek sambung rambut yang satu ini cukup sering terjadi. Beban tambahan dari sambungan membuat akar rambut mendapat tekanan ekstra setiap saat, terutama jika sambungan terlalu berat atau dipasang terlalu kencang.

Penarikan yang terus-menerus ini bisa menyebabkan rambut asli mudah tercabut dan akhirnya rontok dalam jumlah banyak, terutama di area yang menjadi titik tumpu sambungan. Jika kerontokan berlangsung lama, rambut bisa tampak menipis bahkan mengalami kebotakan pada bagian tertentu.

2. Kulit kepala gatal atau iritasi

Efek sambung rambut yang juga kerap terjadi adalah munculnya rasa gatal atau iritasi pada kulit kepala. Bahan perekat, lem, atau tape yang digunakan sewaktu pemasangan bisa menyebabkan reaksi pada kulit, terlebih jika kulit kepala Anda sensitif.

Selain itu, rambut sintetis yang kualitasnya kurang baik juga dapat memicu sensasi panas, kemerahan, bahkan kulit kepala terasa terbakar. Jika iritasi dibiarkan, kulit kepala bisa menjadi lebih kering, bersisik, dan mudah terluka.

3. Rambut patah dan kusut

Efek sambung rambut berikutnya adalah rambut asli yang makin rapuh. Sambungan yang tidak dipasang dengan teknik yang tepat, atau tidak dirawat secara rutin, membuat rambut lebih mudah kusut, tertarik, dan akhirnya patah saat disisir atau keramas.

Penumpukan produk perawatan pada sambungan juga bisa melemahkan helai rambut, sehingga rambut asli kehilangan kekuatan dan elastisitasnya. Akibatnya, rambut sulit diatur, sering rontok saat disentuh, dan kehilangan kilau alaminya.

4. Infeksi kulit kepala

Efek sambung rambut juga bisa berupa infeksi pada kulit kepala. Ini biasanya terjadi jika kebersihan tidak terjaga selama pemasangan maupun perawatan sambungan. Keringat, minyak, dan kotoran bisa terperangkap di antara sambungan dan rambut asli, menciptakan lingkungan lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri atau jamur.

Kondisi ini dapat memicu infeksi, seperti folikulitis, yakni peradangan pada akar rambut yang ditandai benjolan merah, nyeri, atau bahkan keluar nanah. Jika dibiarkan, infeksi bisa menyebar dan menimbulkan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan.

5. Alergi pada bahan sambungan

Efek sambung rambut yang satu ini perlu diwaspadai, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat alergi. Beberapa orang sensitif terhadap bahan kimia pada lem, tape, atau serat rambut sintetis. Reaksi alergi bisa muncul dalam bentuk ruam, bentol, kemerahan, kulit kepala terasa panas, atau bahkan pembengkakan pada area pemasangan.

Gejala alergi kadang muncul hanya beberapa jam setelah pemasangan, tapi bisa juga baru terasa setelah beberapa hari. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memperparah iritasi dan membuat kulit kepala makin rentan bermasalah.

Cara Meminimalkan Efek Sambung Rambut

Walaupun efek sambung rambut bisa terjadi pada siapa saja, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, misalnya kulit kepala sensitif, riwayat alergi, serta rambut tipis atau rapuh Nah, untuk meminimalkan efek sambung rambut, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:

Pilih jenis sambungan yang ringan dan sesuai tipe rambut. Pastikan pemasangan rambut sambungan dilakukan oleh tenaga profesional yang bersertifikasi. Hindari pemakaian sambungan rambut dalam waktu yang terlalu lama. Jaga selalu kebersihan rambut dan kulit kepala dan batasi penggunaan produk kimia pada rambut sambungan.

Efek sambung rambut memang tidak selalu muncul pada setiap orang. Namun, langkah pencegahan tetap perlu dilakukan supaya rambut dan kulit kepala senantiasa sehat. Pilihlah metode yang aman, lakukan perawatan yang tepat, dan kenali kondisi kulit kepala Anda. (Sumber: Alodokter)

Editor: Sianturi