SALAM PAPUA (NABIRE) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar talkshow satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah di Ballroom kawasan bandara lama Nabire, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi terbuka atas kinerja pemerintahan dalam satu tahun terakhir.

Talkshow menghadirkan jurnalis senior Andy Noya sebagai host yang mengulas capaian, tantangan, serta arah kebijakan pemerintahan Meki Nawipa dan Deinas Geley periode 2025–2029.

Dalam forum tersebut, pemerintah menegaskan enam pilar prioritas pembangunan, yakni pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, perhubungan, dan infrastruktur. Tahun 2025 menjadi tahun pertama pelaksanaan rencana pembangunan lima tahunan Papua Tengah.

Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Nurhaidah, Kepala Dinas Kesehatan dr. Agus M. Kes, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Frets James Boray. Selain unsur pemerintah, hadir pula akademisi Agus Irianto Sumule, dr. Maria sebagai pemerhati kesehatan, perwakilan HIPMI Papua Tengah, Lutfi Firdaus dan Jhon Falo dari bidang pendidikan, serta perwakilan UNICEF Ratih Wulandari untuk isu sosial dan perlindungan anak.

Sejumlah pertanyaan kritis diajukan terkait implementasi program, kendala di lapangan, hingga realisasi janji politik kepala daerah. Format talkshow dipilih untuk menciptakan dialog yang terbuka dan substansial antara pemerintah, pakar, dan masyarakat.

Gubernur Meki Nawipa menegaskan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas publik. “Kami ingin konsisten dengan janji politik kami. Pemerintah harus berani membuka ruang dialog, dikritisi, dan diuji oleh publik,” ujarnya.

Melalui forum ini, Pemprov Papua Tengah berharap dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi publik dalam mengawal pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi