Empat Siswa Yang Diisukan Diculik Ditemukan Selamat, Blokade Jalan Mioko Dan Logpon Dibuka Situasi di pertigaan Mioko sebelum blokade jalan dibuka setelah empat siswa yang sempat diisukan diculik ditemukan selamat, Selasa (15/9/2026)(Salampapua.com/Dokumen Warga)

Empat Siswa Yang Diisukan Diculik Ditemukan Selamat, Blokade Jalan Mioko Dan Logpon Dibuka

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Aksi pemalangan jalan terjadi secara spontan di dua titik wilayah Kabupaten Mimika, yakni Jalan Logpon, Kampung Kaugapu, dan pertigaan Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah, Selasa (15/9/2026).

Aksi tersebut dipicu informasi yang beredar di media sosial Facebook mengenai dugaan penculikan terhadap empat siswa oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK).

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, informasi tersebut memicu keresahan masyarakat hingga dilaporkan kepada kepolisian.

Sekitar pukul 08.50 WIT, Kapolsek Mimika Timur Iptu Alex Soumalena menerima laporan mengenai adanya penghadangan jalan di Kampung Kaugapu RT 04. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek bersama personel Polsek Mimika Timur bergerak menuju lokasi.

Setibanya di Kaugapu sekitar pukul 10.00 WIT, petugas mendapati jalan dipalang menggunakan kayu balok. Warga mengaku terprovokasi informasi mengenai adanya penghadangan terhadap sejumlah anak sekolah oleh orang yang mengendarai mobil Toyota Avanza hitam tanpa pelat nomor.

Petugas kemudian melanjutkan patroli menuju pertigaan Kampung Mioko. Di lokasi tersebut, akses jalan juga sempat lumpuh total karena ditutup menggunakan batang dan ranting pohon.

Saat melakukan mediasi dengan warga di pertigaan Mioko, kembali beredar informasi bahwa seorang pelajar hilang dan diduga diculik. Namun, setelah dilakukan penelusuran bersama warga dan pemeriksaan medis oleh Kepala Puskesmas Atuka, Irma Dawenan, di Pustu Mioko, diketahui bahwa keempat siswa yang menjadi sasaran pengejaran berhasil menyelamatkan diri.

Keempat siswa tersebut yakni GM (16) dan FM (17), siswa SMPN 1, VE (16), siswa SMP Imanuel Mapurujaya, serta PM (19), siswa SMKN 2 Mapurujaya.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun kepolisian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIT ketika keempat siswa sedang menunggu bus sekolah di pertigaan Mioko.

Saat itu, dua unit mobil Avanza hitam tanpa pelat nomor disebut datang dari arah Lapas Kuala Kencana. Lima pria berbadan kekar yang mengenakan penutup wajah atau sebo serta pakaian dan sarung tangan hitam kemudian turun dari kendaraan.

Para pria tersebut disebut membawa parang yang diselipkan di pinggang dan langsung mengejar para siswa tanpa mengucapkan sepatah kata. Keempat siswa kemudian berhasil melarikan diri dan bersembunyi di dalam hutan hingga situasi dinilai aman.

“Seluruh korban dipastikan selamat dan tidak mengalami luka fisik atau pembacokan seperti yang dikabarkan dalam isu liar, meskipun mereka mengalami trauma psikologis pascakejadian,” kata AKBP Alredo.

Setelah memastikan kondisi para siswa, Kapolsek Mimika Timur memberikan imbauan secara persuasif kepada warga di kedua titik pemalangan agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Sekitar pukul 12.30 WIT, pemalangan di pertigaan Mioko-Logpon dibuka secara sukarela oleh warga. Petugas kemudian kembali ke Kampung Kaugapu sekitar pukul 12.55 WIT untuk memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat bahwa informasi mengenai penganiayaan dan penculikan tersebut tidak sesuai dengan kondisi para siswa yang telah ditemukan selamat.

Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 WIT, pemalangan di Kampung Kaugapu resmi dibongkar. Arus lalu lintas kembali normal dan situasi di wilayah Mimika Tengah dinyatakan aman dan terkendali.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum dipastikan kebenarannya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi