Pesawat Aman Air Tergelincir Saat Mendarat Di Bandara Mulia, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Pesawat Aman Air dengan nomor registrasi PK-WNU tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (15/9/2026)(Salampapua.com/Dokumen Humas Polda Papua Tengah)

Pesawat Aman Air Tergelincir Saat Mendarat Di Bandara Mulia, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pesawat Aman Air dengan nomor registrasi PK-WNU tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandar Udara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.22 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pesawat yang dikemudikan Kapten Sriram Manoharan itu membawa muatan bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, pesawat tergelincir akibat kondisi angin yang cukup kencang saat proses pendaratan.

“Pada saat melakukan pendaratan, pesawat mengalami kendala akibat kondisi angin yang cukup kencang sehingga keluar dari jalur runway dan tergelincir ke sisi kanan,” jelas AKBP Yudha.

Ia memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat selamat. Pesawat mengalami kerusakan dan masih berada di area Bandara Mulia.

“Untuk korban jiwa tidak ada. Pesawat mengalami kerusakan dan saat ini masih berada di area Bandara Mulia. Lokasi telah kami amankan bersama personel TNI-Polri guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Pasca-insiden, Satuan Reskrim Polres Puncak Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area runway untuk mengumpulkan bukti dan memastikan penyebab pesawat keluar dari jalur landasan.

Personel kepolisian juga membantu proses penanganan di lokasi serta melakukan pengamanan untuk mengantisipasi gangguan keamanan pascakejadian.

Kapolres mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mendekati area bandara selama proses penanganan berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, personel gabungan TNI-Polri masih melakukan pengamanan di sekitar Bandara Mulia. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan untuk penanganan pesawat dan pemulihan operasional bandara.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi