SALAM PAPUA (TIMIKA)- Olahraga berapa kali seminggu sering menjadi pertanyaan ketika seseorang ingin mulai menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Mengetahui frekuensi yang ideal membantu Anda mendapatkan manfaat maksimal tanpa membebani tubuh.

Olahraga dianjurkan dilakukan secara rutin setiap minggu. Frekuensi olahraga berapa kali seminggu yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan tujuan kesehatan dan kondisi fisik masing-masing individu.

Selain frekuensi, durasi dan jenis olahraga juga berperan besar. Aktivitas ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau senam, umumnya aman dan dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia serta tingkat kebugaran.

Olahraga berapa kali seminggu bisa berbeda-beda tergantung usia, kondisi tubuh, dan tujuan masing-masing. Namun, umumnya, ada pedoman yang direkomendasikan oleh berbagai lembaga kesehatan untuk mendapatkan manfaat optimal.

Berikut frekuensi olahraga yang dianjurkan dalam seminggu:

3–5 kali per minggu dengan durasi minimal 30 menit per sesi untuk aktivitas aerobik intensitas sedang, seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda. 2 kali per minggu untuk latihan penguatan otot, misalnya angkat beban ringan, yoga, atau pilates

150 menit per minggu untuk olahraga intensitas sedang, atau olahraga intensitas tinggi selama 75 menit per minggu, yang dapat dibagi ke dalam beberapa sesi. 2–3 kali per minggu bagi pemula, lalu meningkatkannya perlahan seiring tubuh beradaptasi

Minimal 1 jam per hari pada anak-anak dan remaja, termasuk olahraga dan aktivitas bermain aktif. Bagi lansia, olahraga tetap dianjurkan, tetapi frekuensi dan jenisnya sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Sementara itu, ibu hamil dianjurkan berolahraga sekitar 30 menit setiap hari, dengan jenis gerakan yang aman bagi kehamilan.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Frekuensi Olahraga

Sebelum menentukan olahraga berapa kali seminggu yang paling sesuai, perhatikan beberapa hal berikut:

Sesuaikan frekuensi olahraga dengan kondisi kesehatan, usia, dan tujuan pribadi, seperti menurunkan berat badan, memperkuat otot, atau menjaga kebugaran. Dengarkan sinyal tubuh dan hentikan aktivitas bila muncul nyeri, pusing, kelelahan berlebihan, atau tanda cedera.

Kombinasikan berbagai jenis aktivitas fisik, seperti latihan aerobik, latihan kekuatan, dan peregangan, agar manfaatnya lebih menyeluruh. Berikan waktu istirahat yang cukup di antara sesi olahraga untuk membantu pemulihan otot dan menurunkan risiko cedera.

Menentukan seberapa sering Anda berolahraga sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan dilakukan secara rutin. Jangan sampai memaksakan diri olahraga berlebihan karena bisa meningkatkan risiko cedera, kelelahan, atau gangguan kesehatan lainnya. (Alodokter)

Editor: Sianturi