SALAM PAPUA (TIMIKA) - Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM)
milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai
pengelola dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat beban layanan
yang cukup tinggi. Dalam satu bulan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSMM
melayani sekitar 1.600 pasien.
Namun, untuk layanan hemodialisis (cuci darah), RSMM masih
harus merujuk pasien ke rumah sakit lain karena fasilitas tersebut belum
tersedia di RSMM.
Kepala Keperawatan di IGD RSMM, Kristianus Bolitobil
menyampaikan, pelayanan di IGD dapat mencapai 1.600 pasien per bulannya, dengan
dominan pelayanan untuk pasien penyakit dalam.
“Kita layani tiap bulannya 1.600 pasien, dan yang paling
dominan penyakit dalam, untuk pasien bedah tidak dominan,” ujarnya, Kamis
(12/2/2026).
Ia menjelaskan, memang ada beberapa tantangan dan kendala
yang dihadapi namun tentunya pihak RSMM tetap berupaya melakukan pelayanan
dengan maksimal. Apabila fasilitas yang dibutuhkan tidak memadai di RSMM maka
pihaknya akan merujuk ke RS lainnya.
“Memang kalau bicara kendala kami masih ada beberapa
kendala, contohnya seperti fasilitas cuci darah, kita belum punya, maka nanti
kita rujuk ke RS lain. Namun rujukan juga atas persetujuan keluarga pasien,”
jelas Kris.
Sedangkan untuk petugas jaga yang ada di IGD, Kris
menyebutkan, untuk petugas jaga yakni 2 petugas pagi dan 2 petugas malam,
apabila ada pasien dengan gejala ringan RSMM akan mengarahkan pasien ke Klinik
milik YPMAK.
“Kalau petugas jaga ada dua pagi, sore dan malam juga 2
petugas. Jadi masih bisa ditangani. Tapi kalau pasien yang datang dengan
keluhan ringan, seperti flu dan batuk kita arahkan ke Klinik di depan RSMM,”
ungkapnya.
Direktur RSMM dr. Hendry Roy, Sp.B mengatakan, untuk
permintaan fasilitas cuci darah telah dilakukan dari tahun 2023, namun memang
permintaan tersebut belum diakomodir sehingga RSMM hanya bisa melakukan rujukan
untuk penanganan pasien cuci darah.
“Permintaan ini sudah dari tahun 2023, namun memang belum
diakomodir, karena memang saat ini fokus kita masih perbaikan bangsal dan rawat
inap. Jadi kami harap setelah adanya peningkatan, ke depannya fasilitas cuci
darah dapat terpenuhi,” ucapnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

