SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mimika memberikan penjelasan terkait keluhan warga Perumahan Amor, Timika, atas proyek pemasangan pipa air bersih yang dinilai minim pengawasan, berkualitas buruk, serta berdampak pada kenyamanan dan keselamatan lingkungan.

Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga akibat pekerjaan tersebut.

“Saya minta maaf atas ketidaknyamanan warga Amor yang menilai pekerjaan kami amburadul. Namun saya tegaskan, pekerjaan tersebut sudah sesuai SOP yang tertera dalam kontrak,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026).

Yoga menjelaskan, proses pemasangan dilakukan oleh pihak ketiga dengan metode penggalian untuk pemasangan pipa utama, kemudian dilanjutkan dengan penyambungan ke rumah-rumah sambil menunggu proses pemadatan tanah. Penutupan galian dilakukan secara bersamaan untuk mengefektifkan waktu dan biaya operasional.

Terkait pengerjaan yang dinilai tidak merata, ia menyebut hal itu terjadi karena beberapa pemilik rumah tidak bersedia dilakukan pemasangan sambungan pipa.

“Ada beberapa rumah yang tidak bersedia dipasangkan pipa dengan berbagai alasan. Karena itu pengerjaan terkesan lompat-lompat. Dan itu bukan kesalahan kami, melainkan menyesuaikan dengan permintaan warga,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa proyek tersebut dikerjakan pada akhir tahun anggaran sehingga mendapatkan perpanjangan waktu hingga akhir Februari. Kontraktor, menurutnya, tengah mengejar penyelesaian pekerjaan agar tidak terkena denda keterlambatan.

“Mereka mengejar waktu karena ada denda jika tidak diselesaikan hingga akhir Februari. Mungkin karena itu juga kontraktor kurang memperhitungkan kondisi dan keluhan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Yoga memastikan seluruh bekas galian akan diperbaiki dan dikembalikan seperti semula sebelum batas akhir kontrak.

“Tidak akan kami biarkan. Semua akan diperbaiki dan dikembalikan seperti semula. Pekerjaan berlangsung hingga akhir Februari dan akan diselesaikan sesuai kontrak,” tegasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi