SALAM PAPUA (TIMIKA) – Bayangkan sebuah fasilitas industri sepanjang hampir setengah kilometer berdiri di tengah lautan, bukan di daratan. Itulah Prelude FLNG, fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) milik Shell yang dibangun untuk memproduksi dan mengolah gas alam langsung di lepas pantai Australia Barat.
Prelude FLNG memiliki panjang sekitar 488 meter dan lebar 74 meter, menjadikannya salah satu struktur terapung terbesar yang pernah dibangun. Ukurannya bahkan membuat fasilitas ini tampak seperti sebuah kota industri yang mengapung di tengah laut.
Berbeda dengan kapal tanker biasa, Prelude FLNG berfungsi sebagai fasilitas produksi LNG. Gas alam dari lapangan gas bawah laut dialirkan ke fasilitas tersebut untuk diproses dan didinginkan hingga sekitar -162 derajat Celsius sehingga berubah menjadi gas alam cair atau LNG.
Dalam bentuk cair, volume gas alam menjadi jauh lebih kecil sehingga dapat disimpan dan kemudian dipindahkan ke kapal pengangkut LNG untuk dikirim ke pasar.
Prelude FLNG juga dirancang untuk beroperasi dalam kondisi laut ekstrem. Sistem tambatnya memungkinkan fasilitas tersebut mengikuti perubahan arah angin dan gelombang, termasuk menghadapi kondisi cuaca berat di wilayah operasi.
Dengan ukurannya yang sangat besar, Prelude FLNG menunjukkan bagaimana teknologi industri migas terus berkembang. Pemrosesan gas di laut memungkinkan sumber daya dari lapangan lepas pantai yang jauh dari daratan dapat diolah tanpa seluruh fasilitas produksinya harus dibangun di darat.
Raksasa terapung ini menjadi salah satu contoh terbesar penerapan teknologi FLNG, sekaligus menggambarkan bagaimana industri energi memindahkan proses produksi yang biasanya dilakukan di daratan ke tengah lautan. (Sumber: FaktaUnik)
Editor: Sianturi