Cegah Stunting, Dinkes Mimika Latih Nakes Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Suasana Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita dan Anak Prasekolah bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Mimika, yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Selasa (3/11/2026)(Salampapua.com/Evita)

Cegah Stunting, Dinkes Mimika Latih Nakes Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Project PASTI-Papua yang diimplementasikan Wahana Visi Indonesia serta Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Papua menggelar pelatihan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita serta anak prasekolah bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Mimika.

Kegiatan yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 5 November 2026 di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di layanan primer dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai bagian dari upaya percepatan pencegahan stunting.

Kepala Seksi Gizi Dinkes Mimika, Hasmawati K., S.KM., M.Kes., mengatakan periode sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun atau dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa emas yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak pada masa mendatang.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga membutuhkan pola pengasuhan yang responsif, stimulasi tumbuh kembang yang tepat, serta lingkungan yang sehat dan bersih.

“Melalui pelatihan ini, tenaga kesehatan diharapkan mampu mendeteksi secara dini adanya gangguan pertumbuhan maupun keterlambatan perkembangan pada anak, sehingga tindakan intervensi dan rujukan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).

Pelatihan tersebut diikuti perwakilan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas, baik yang menjadi lokasi pendampingan Project PASTI-Papua maupun yang tidak termasuk dalam program pendampingan.

Peserta berasal dari Puskesmas Warse, Kabupaten Asmat, serta Puskesmas Timika, Wania, Mapuru Jaya, Ayuka, Manasari, Timika Jaya, Pasar Sentral, Kwamki Narama, dan Atuka. Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan Dinkes Mimika.

Selain peserta, pelatihan tersebut didukung fasilitator, pengendali pelatihan bidang teknologi informasi dari Bapelkes Papua, narasumber, panitia penyelenggara, serta tim Project PASTI-Papua.

Selama delapan hari pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai Pelayanan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), konseling tumbuh kembang anak, hingga praktik pemberian makan yang tepat bagi balita dan anak usia prasekolah.

Hasmawati menjelaskan, melalui pelatihan ini diharapkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan semakin meningkat, terutama dalam memahami konsep dasar SDIDTK, pencatatan dan pelaporan, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi program tumbuh kembang anak.

Peserta juga dibekali keterampilan melakukan simulasi deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta konseling gizi secara langsung. Kemampuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pelayanan di posyandu, fasilitas kesehatan, maupun di tengah masyarakat.

“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika berharap mutu layanan kesehatan ibu dan anak di Bumi Amungsa Kamoro dapat terus meningkat demi mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” pungkas Hasmawati.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi