SALAM PAPUA (TIMIKA) - Warga Pronggo Distrik Mimika Barat Tengah, Titus Turawe mengeluhkan banyaknya satwa endemik Papua yang dibawa secara bebas keluar dari Kabupaten Mimika.
Kepada salampapua.com, Titus mengungkapkan bahwa satwa endemik yang banyak dibawa keluar Papua adalah kakatua, anak buaya dan anak kura-kura.
"Saya pernah tegur pekerja kapal karena di kapalnya ada bawa kakatua putih, tapi mereka sampaikan itu sudah dibeli dari masyarakat. Saya sudah sampaikan ke Ketua RT tapi macam tidak direspon. Selain kakatua, ada juga yang bawa kura-kura dan anak buaya," ungkap Titus, Senin (16/10/2023).
Karena itu Ia berharap adanya perhatian serius pemerintah dan instansi terkait lainnya agar satwa endemik Mimika tidak dijual bebas ataupun diboyong secara cuma-cuma ke luar Mimika.
"Tiap kapal yang masuk itu pasti ada satwa yang dibawa keluar. Kita bisa saja melarang tapi jauh lebih berwenang kalau pemerintah yang turun tangan," katanya.
Sementara itu Anggota Komisi A DPRD Mimika, Thobias Maturbongs mengakui bahwa yang dikeluhkan warga tersebut sangat benar. Masyarakat juga keluhkan bukan kakatua raja, tapi cenderawasih, Nuri dan beberapa jenis lainnya yang sering dibawa keluar Mimika.
"Masyarakat pesisir memang banyak keluhkan hal itu. Kasihan mereka karena tidak tahu mau sampaikan ke siapa," ungkapnya.
Thobias menilai hal ini merupakan kecolongan Pemerintah Daerah karena tidak melakukan pengawasan.
Selain pemerintah, juga diharapkan adanya aksi dari Lembaga Adat, mengingat satwa-satwa endemik tersebut merupakan warisan yang harus dijaga.
"Itu dijual bebas saja. Makanya harus ada pengawasan dari pemerintah," tegasnya.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy