SALAM PAPUA (TIMIKA) - Kepala PT Pos Indonesia Cabang Mimika, Junaidi Nur mengatakan bahwa pihaknya telah menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako berupa uang tunai yang telah tersalurkan 87 persen kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Ini sudah masuk di tahap ke III dan pertanggal 3 Oktober 2023 sudah tersalurkan 13.302 KPM, masih tersisa 1.846 KPM yang belum melakukan pengambilan di Kantor Pos, ujarnya kepada salampapua.com, Rabu (4/10/2023).
Junaidi menegaskan, penyaluran bantuan masih akan dilakukan dengan batas waktu dua minggu ke depan dan kemudian akan ditutup atau diblokir secara otomatis oleh kantor Pusat.
Pengambilan masih bisa di loket-loket Kantor Pos. Apabila sudah lewat batas waktu yang ditentukan, KPM tidak dapat lagi melakukan pengambilan Bansos, tuturnya.
Besaran dana bantuan yang diberikan oleh Kementerian Sosial sebesar Rp 10 Miliar yang akan dibagikan kepada KPM, dimana dari Bansos tersebut, sembako sebesar Rp 600.000, sementara untuk PKH-Sembako dan PKH saja jumlah yang diberikan bervariatif mulai dari Rp 225.000 sampai Rp 3.500.000 per KPM.
Untuk data PKM yang paling besar memang ada di data sembako sebanyak 13.000 lebih KPM, untuk PKH-Sembako 1.500 dan PKH saja 180 KPM, ungkapnya.
Dia menambahkan, apabila ada KPM yang tidak datang mengambil Bansos, maka nama tersebut secara otomatis diblokir, dan pada saat tahap Bansos selanjutnya nama KPM tersebut otomatis terhapus.
"Kemungkinan masih data lama, jadi mungkin orangnya sudah tidak ada atau mungkin biasanya lagi ke kampung sehingga belum diambil, karena biasa isu (Bansos) pasti merebak cepat sekali di kota ini, otomatis ramai namun kami juga tidak bisa menahan kalau tidak diambil maka nama terhapus," tutupnya.
Wartawan: Evita
Editor: Jimmy